Buntut Paket MBG Terdapat Stroberi Busuk dan Telur Pecah, SPPG Alasrejo Akui Pengawasan Bahan Kurang

Ammar Dzaky, Kepala SPPG Alasrejo
Sumber :
  • Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Banyuwangi

Banyuwangi, VIVA Banyuwangi – Setelah beredarnya video yang menampilkan temuan stroberi busuk dan telur pecah dalam paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah, pihak SPPG Alasrejo memberikan penjelasan.

img_title Menu MBG Dengan Tamagoyaki Jepang Ala Chef Devina Sehat dan Enak

Kepala SPPG Alasrejo, Ammar Dzaky, mengakui adanya kekurangan dalam proses penyortiran bahan dari supplier. Ia menyebut, saat bahan baru tiba di lokasi, terdapat beberapa stroberi yang luput dari pengawasan sehingga ikut terdistribusi.

“Kalau tadi itu, sortiran kurang. Kami mengakui, sortiran dari supplier itu kurang kami awasi. Maksudnya ketika sampai di sini itu, dari barang baru nyampe, itu ada yang kelewat busuknya. Memang saya akui, tadi sempat ada beberapa (yang busuk),” ujarnya.

img_title KASAU Hadiri Panen Raya Tebu di Jember, Tegaskan Dukungan Target Swasembada Gula Nasional

Menurutnya, temuan tersebut menjadi bahan evaluasi internal agar pengawasan terhadap bahan yang masuk dapat diperketat, khususnya pada tahap awal penerimaan barang dari supplier.

Terkait telur pecah yang juga menjadi sorotan dalam video, Ammar menegaskan bahwa telur tersebut bukan dalam kondisi basi. Ia menjelaskan kerusakan terjadi akibat proses pengiriman.

img_title Banyuwangi Ekspor 270 Ton Sarden Senilai Rp10 Miliar ke Berbagai Negara

“Kalau telur kayaknya enggak ada yang basi, karena itu pecahan dari mobil. Itu kan di mobil ditumpuk, jadi mungkin itu evaluasi bagi saya untuk mengarahkan driver agar paketnya itu tidak ditumpuk. Dalam satu mobil box itu ada yang memang disekat, itu enak enggak ditumpuk (telurnya), nah tapi ada satu mobil lagi yang ditumpuk,” jelasnya.

Ia menyatakan ke depan akan dilakukan penataan ulang sistem distribusi, termasuk pengaturan muatan dalam kendaraan agar paket makanan tidak saling bertumpuk dan berisiko rusak selama perjalanan.

Selain menjawab soal kualitas fisik bahan, Ammar juga menanggapi anggapan sebagian masyarakat yang menilai menu MBG kurang bervariasi dan dianggap tidak bergizi.

“Kalau tanggapan saya sendiri itu, kalau menu yang mungkin saya terima ‘menu itu-itu saja’, kadang orang ada yang bilang itu tidak ada gizinya. Kalau gizinya itu ada. Mungkin di sana itu menunya yang itu-itu saja, saya menangkapnya itu dari masyarakat kayak gitu,” katanya.

Ia menegaskan bahwa setiap paket MBG telah dihitung kandungan gizinya oleh ahli gizi dan dinyatakan memenuhi standar yang ditetapkan.

Halaman Selanjutnya
img_title