Modus Sekdes Sumber Kencono Moch As’ad: Tahan Dokumen, Patok Jatah 50 Persen!

Sekdes Sumber Kencono, Moh As'ad (kopiah)
Sumber :
  • Venus Hadi/ VIVA Banyuwangi

Banyuwangi, VIVA Banyuwangi –Aksi boikot yang dilakukan Sekertaris Desa (Sekdes) Sumber Kencono, Moch As’ad yang menolak memberikan dokumen surat tanah berupa karawangan milik ahli waris Busairi ternyata diwarnai dugaan percobaan pemerasan dengan nilai 50 % (persen) dari total hasil penjualan tanah milik ahli waris Busairi. 

img_title Perluas Akses Pendidikan, Banyuwangi Buka Beasiswa B-Pro Tahun Akademik 2026/2027

Dugaan pemerasan tersebut terungkap saat Busairi bersama sejumlah kerabat serta staf  Desa Sumber Kencono terus berupaya mendapatkan hak dokumen surat tanah berupa karawangan yang berada dalam kewenangan Sekdes Sumber Kencono, Moch As’ad. 

Pada sebuah kesempatan, Busairi mempertanyakan alasan Sekdes Sumber Kencono terkait aksi boikot yang dilakukan. 

img_title Bupati Ipuk Minta Seluruh ASN Banyuwangi Proaktif Respons Keluhan Warga

Tidak diduga tidak dinyana, Sekdes Sumber Kencono Moch As’ad ternyata mengungkapkan motif sebernarnya dibalik aksi boikot penahanan dokumen surat tanah berupa karawangan tersebut. 

“Ada saya dan keluarga lainnya, As’ad (Sekdes Sumber Kencono, Moch As’ad) bilang gini. Kalau mau minta (dokumen surat tanah berupa) karawangan harus memberikan saya 50% hasil penjualan tanah tersebut. Ada Pak Modin juga yang dengar omongan itu waktu di Balai Desa Sumber Kencono itu,” ujar warga Dusun Andelan, Desa Sumber Kencono, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur Busairi. 

img_title Gerakan Stop Putus Sekolah, Bupati Ipuk Beri Tugas Khusus 42 Kepsek SMP

Permintaan hasil penjualan tanah sebesar 50% tersebut dinilai Busairi bersama seluruh keluarga besar merupakan upaya percobaan pemerasan yang dilakukan oleh Sekdes Sumber Kencono, Moch As’ad. 

Penolakan keras juga dilakukan oleh keluarga besar Busairi karena pemintaan Sekdes Sumber Kencono Moch As’ad itu tidak masuk akal dan dianggap sebagai upaya percobaan pemerasan. 

“Hak dia (Sekdes Sumber Kencono, Moch As’ad) itu apa? Kok bisa-bisanya meminta bagian sampai 50% dari hasil penjualan tanah kami. Ini waris kami dan tidak ada hubungan sama sekali atau kaitan sama sekali dengan Pak Carik (Sekdes Sumber Kencono, Moch As’ad),” tutur Busairi bersama seluruh ahli waris. 

Terungkapnya tujuan atau motif aksi boikot yang dilakukan Sekdes Sumber Kencono, Moch As’ad dituding sebagai bentuk penyalahgunaan jabatan serta bagian dari upaya intimidasi pejabat Pemerintah Desa (Pemdes) Sumber Kencono pada masyarakat. 

Halaman Selanjutnya
img_title