Jawaban Menohok Ali Khamenei Soal Mati Syahid, Diyakini Sebagai Pesan Terakhirnya

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Sumber :
  • https://www.viva.co.id/gaya-hidup/showbiz/1883264-pesan-terakhir-ali-khamenei-hiduplah-panjang-umur-baru-setelah-itu-wafatlah-sebagai-syahid

Iran, VIVA Banyuwangi – Kepergian Ali Khamenei setelah tewas dalam serangan militer Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026, membawa duka bagi segala penjuru dunia. Setelah kepergiannya, Ali Khamenei dikenang dalam berbagai cara, termasuk beberapa potongan video yang menunjukkan dirinya dekat dengan seorang anak.

img_title Menang 4-1 atas Amerika Serikat, Belgia Siap Tantang Spanyol Di Perempat Final Piala Dunia 2026

Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran itu meninggal dunia di usia 86 tahun dan oleh banyak pendukungnya diyakini wafat dalam keadaan syahid.

Setelah Ali Khamenei gugur, pemerintah Iran menetapkan tiga hari sebagai Hari Berkabung Nasional. Gelombang duka juga meluas hingga ke berbagai negara.

img_title Trump Geram Atas Tanggapan Iran untuk Tawaran Damai: Saya Tidak Suka

Di media sosial X, kata ‘Syahid’ bahkan sempat menjadi trending topik sebagai bentuk penghormatan dari warganet, khususnya umat Muslim di berbagai belahan dunia.

Yang menarik, jauh sebelum kabar kematiannya mencuat, Khamenei pernah menyinggung soal mati syahid dalam sebuah momen yang kini kembali viral. Dalam video yang dibagikan ulang oleh akun @pen9hulu, terlihat seorang anak kecil mendatanginya untuk meminta doa.

img_title Belum Temui Titik Terang, AS Tunggu Jawaban hingga Iran Ancam Serang Balik Blokade

“Agha, doakan aku jadi syahid,” ujarnya, dikutip dari Viva.co.id pada Senin, 2 Maret 2026.

Sapaan ‘Agha’ mengandung arti ‘Tuan’ dalam bahasa Persia tetapi biasanya digunakan untuk sosok yang dihormati atau pemimpin.

“Kau? Syahid?” tanya Ali Khamenei sembari terkekeh menanggapi permintaan doa yang begitu polos dari anak kecil tersebut.

Alih-alih langsung mengamini, Ali Khamenei justru memberikan nasihat panjang yang kini banyak ditafsirkan sebagai pesan mendalam tentang makna pengabdian dan kehidupan.

“Nak, tumbuhlah dulu dengan baik. Insya Allah tumbuh besar, tubuhmu kuat, hatimu luas,” lanjutnya.

Jawabannya seakan menegaskan bahwa mati syahid bukan sekadar tentang kematian dalam peperangan, melainkan juga tentang perjalanan hidup yang bermanfaat.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Carilah ilmu yang bermanfaat. Dan InshaAllah jadilah cahaya bagi umat ini,” tutur Ali Khamenei.

Ia bahkan menambahkan pesan yang kini banyak dikutip ulang warganet.

“Hiduplah panjang umur 80 atau 90 tahun. Baru setelah itu, wafatlah sebagai syahid,” pungkasnya.

Video cuplikan itu kini beredar luas dan memicu refleksi publik tentang bagaimana Ali Khamenei memaknai perjuangan dan pengabdian.

Halaman Selanjutnya
img_title