Selat Hormuz Ditutup Tingkatkan Kekhawatiran akan Melonjaknya Harga Minyak

Selat Hormuz ditutup picu kekhawatiran harga minyak dunia.
Sumber :
  • https://www.youtube.com/watch?v=fZd6q-uqIJw

Iran, VIVA Banyuwangi – Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran telah meluas ke Selat Hormuz. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia. Konflik Timur Tengah yang meluas ke Selat Hormuz tersebut dinilai dapat memicu lonjakan harga minyak.

img_title Menang 4-1 atas Amerika Serikat, Belgia Siap Tantang Spanyol Di Perempat Final Piala Dunia 2026

Pengiriman barang melalui selat tersebut menyangkut seperlima dari minyak yang dikonsumsi secara global serta sejumlah besar gas. Pengiriman barang melalui Selat Hormuz hampir terhenti di tengah serangan Iran terhadap kapal tanker minyak di wilayah tersebut.

Dilansir dari Aljazeera pada Selasa, 3 Maret 2026, seorang komandan di Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan pada hari Senin, 2 Maret 2026, bahwa selat tersebut ‘ditutup’ dan bahwa setiap kapal yang mencoba melewati jalur air tersebut akan ‘dibakar’.

img_title Trump Geram Atas Tanggapan Iran untuk Tawaran Damai: Saya Tidak Suka

Setidaknya ada lima kapal tanker mengalami kerusakan, dua personel tewas, dan sekitar 150 kapal terdampar di sekitar selat yang memisahkan Iran dan Oman itu.

Harga minyak naik di atas $79,40 per barel pada hari Senin, 2 Maret 2026, setelah mencepai $73 per barel pada hari Jumat di tengah meningkatnya ketegangan menjelang serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada hari Sabtu.

img_title Belum Temui Titik Terang, AS Tunggu Jawaban hingga Iran Ancam Serang Balik Blokade

“Lalu lintas turun setidaknya 80 persen,” kata Michelle Bockman, analis intelijen maritim senior di Windward.

Ia menambahkan bahwa industri pelayaran telah bergulat dengan ‘lonjakan besar’ biaya pengiriman untuk rute dari Timur Tengah dan Teluk.

Direktur intelijen maritim dan layanan keamanan di Control Risks, Cormack McGarry, mengatakan bahwa para pelaut menerima pesan dari Iran melalui frekuensi darurat internasional pada hari Sabtu bahwa selat tersebut ditutup.

“Setiap kapal di area itu pasti mendengarnya, dan itu sudah cukup untuk membuat sebagian besar kapal berhenti sejenak,” katanya.

Layanan pelacakan kapal Kpler menunjukkan bahwa lalu lintas terbatas terus berlanjut di selat tersebut, terutama kapal-kapal yang mengibarkan bendera Iran dan mitra dagang utamanya, China, pada hari Minggu.

Bockmannmengatakan ada kemungkinan beberapa kapal telah melewati selat tersebut setelah mematikan Sistem Identifikasi Otomatis mereka untuk menghindari deteksi.

McGarry mengatakan penutupan total selat tersebut oleh Iran berarti negara itu “memperketat jerat di lehernya sendiri”.

Halaman Selanjutnya
img_title