Israel Ancam Habisi Pemimpin Baru Iran, Acara Perpisahan Ali Khamenei Ditunda
- https://www.aa.com.tr/en/middle-east/farewell-ceremony-for-iran-s-slain-supreme-leader-set-to-begin-wednesday-evening/3849451
Iran, VIVA Banyuwangi – Di saat warga Iran tengah bersiap untuk berduka atas kepergian Ali Khamenei di Teheran, Menteri Pertahanan Israel mengatakan pemimpin berikutnya 'menjadi target pembunuhan'.
Upacara peringatan mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran telah ditunda, menurut kantor berita Tasnim Iran. Ali Khamenei tewas bersama anggota keluarganya dalam serangan udara gabunagn oleh Amerika Serikat-Israel.
Kantor berita tersebut mengutip seorang pejabat yang menyebutkan masalah logistik sebagai penyebab penundaan, termasuk permintaan dari orang-orang di berbagai provinsi untuk menghadiri upacara tersebut.
Dilansir dari Aljazeera, persiapan pemakaman sedang berlangsung dan diperkirakan akan menarik banyak orang. Bersamaan dengan itu, potensi ancaman serangan AS-Israel terhadap kerumunan massa yang berduka. Sekitar 10 juta orang menghadiri pemakaman Ayatollah Ruhollah Khomeini pada tahun 1989.
Laporan penundaan acara perpisahan ini muncul beberapa jam setelah Kelapa Dewan Dakwah Islam Iran, Hojjatoleslam Mahmoudi, awalnya mengatakan bahwa upacara perpisahan akan dimulai Rabu pukul 10 malam di Aula Doa Imam Khomeini di Teheran dan berlangsung selama tiga hari.
“Aula doa akan menerima pengunjung dan orang-orang terkasih dapat hadir dan mengambil bagian dalam upacara perpisahan serta sekali lagi menunjukkan kehadiran yang kuat,” kata Mahmoudi dalam komentar yang dimuat oleh media Iran.
Khamenei tewas pada hari Sabtu, 28 Februari 2026, di usia 86 tahun. Ia telah emnjadi pemimpin tertinggi Iran sejak 1989, menggantikan Khomeini, pendiri Iran pasca-Shah, yang memimpin revolusi Iran pada tahun 1979.
Pemimpin tertinggi memegang otoritas tertinggi atas semua cabang pemerintahan, militer, dan peradilan, sekaligus bertindak sebagai pemimpin spiritual negara.
Ayatollah Ahmad Khatami, seorang ulama senior Iran yang merupakan anggota dari Dewan Penjaga dan Majelis Pakar yang berpengaruh, mengatakan bahwa negara itu hampir memilih pengganti almarhum Khamenei.
“Pemimpin Tertinggi akan diidentifikasi pada kesempatan terdekat, kita hampir mencapai kesimpulan, namun situasi di negara ini adalah situasi perang,” kata Khatami kepada televisi pemerintah.
Majelis Pakar yang beranggotakan 88 orang dipilih oleh publik setiap delapan tahun sekali. Kandidat yang mencalonkan diri untuk Majelis harus terlebih dahulu diperiksa dan disetujui oleh Dewan Penjaga, sebuah badan pengawas yang kuat yang anggotanya sebagian ditunjuk oleh pemimpin tertinggi itu sendiri.