AS-Israel Disebut Penjahat, Garda Revolusi Iran Bersumpah Takkan Biarkan Serangan Tanpa Balasan

Bendera negara Iran.
Sumber :
  • https://pixabay.com/id/photos/bendera-iran-spanduk-2693210/

Iran, VIVA Banyuwangi – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyebut Amerika Serikat dan Israel sebagai penjahat setelah konflik ketiga negara tersebut pecah.

img_title Belum Temui Titik Terang, AS Tunggu Jawaban hingga Iran Ancam Serang Balik Blokade

Setelah serangan udara yang dilakukan AS-Israel beberapa waktu lalu, IRGC bersumpah tidak akan membiarkan serangan AS dan Israel begitu saja dan akan membalas serangan terhadap fasilitas militer dan sipil.

“Para penjahat Amerika dan Israel harus paham tak satu pun kejahatan dan pembunuhan mereka akan dibiarkan tanpa balasan. Perang melawan AS dan rezim Israel akan berlanjut,” kata IRGC dalam pernyataan yang dikutip stasiun TV IRIB, Selasa, 3 Maret 2026.

img_title Khamenei Puji Peran Iran di Selat Hormuz: AS Tidak Punya Tempat Kecuali di Dasar Perairan

IRGD menuduh Amerika Serikat-Israel menyerang sekolah, rumah sakit, stadion, restoran, dan gedung pernikahan untuk membuat panik masyarakat Iran. Mereka menyebut korban jiwa warga sipil telah melampaui 700 orang.

Menurut IRGC, dalam sehari terakhir, satu keluarga tewas akibat serangan rudal Tomahawk yang menghantam bangunan tempat tinggal di Oshnavieh. Lima orang juga dilaporkan tewas ketika rudal AS menghantam mobil pribadi di Salman.

img_title Sekjen PBB Peringatkan Efek Kronis Penutupan Selat Hormuz Berkepanjangan

Selain itu, rudal AS juga menghantam sebuah rumah di distrik Kasemiyeh, Urmia, dan menewaskan pasangan lanjut usia, kata IRGC.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, dengan laporan kerusakan dan korban sipil. Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei gugur dalam serangan tersebut.

Menanggapi serangan AS-Israel, Iran kemudian meluncurkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Sementara itu, belum genap seminggu usai serangan militer AS-Israel, korban tewas di Iran sudah mencapai lebih dari seribu jiwa.

Dilaporkan jumlah korban tewas akibat serangan gabungan AS-Israel di Iran telah mencapai 1.045 orang, menurut laporan berita Tasnim yang mengutip Iranian Foundation of Martyrs and Veterans Affairs.

Pada Selasa, 3 Maret 2026, Bulan Sabit Merah Iran mengatakan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan AS-Israel terhadap Iran bertambah menjadi 787 orang.

Menurutnya, korban dilaporkan mencakup warga sipil dan personel militer.