Bocah 12 Tahun Titip Adiknya Berusia 2 Hari ke Warga, Tulis Pesan Haru di Sepucuk Surat

Ilustrasi penemuan bayi di Pasar Minggu.
Sumber :
  • https://pixabay.com/id/photos/bayi-kaki-selimut-baru-lahir-anak-1178539/

Jakarta, VIVA Banyuwangi – Warga di kawasan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dibuat geger atas penemuan seorang bayi perempuan.

img_title Catat! Pendaftaran Peserta JKN untuk WNI Bayi Baru Lahir Dapat Dilakukan Mengacu Regulasi

Seorang bayi perempuan yang diperkirakan baru berusia dua hari ditemukan oleh warga . Bayi tersebut ditemukan setelah ditinggalkan di sebuah gerobak nasi uduk pada Selasa sore, 3 Maret 2026.

Dilansir dari Tvonenews.com, bayi itu ditemukan bersama sebuah tas belanja berwarna hitam yang berisikan perlengkapan bayi serta sepucuk surat yang menyentuh hati. Surat tersebut diduga ditulis oleh kakak bayi berinisial Z yang masih berusia 12 tahun.

img_title Isi Surat Kakak Tinggalkan Adik Berusia 2 Hari: Saya Tak Mau Masa Depannya Seperti Saya

Kapolsek Pasar Minggu, Anggiat Sinambela, menjelaskan bahwa usia bayi diperkirakan sekitar dua hari berdasarkan informasi yang tertulis di dalam surat tersebut.

“Bayi perempuan tersebut diperkirakan berusia dua hari berdasarkan tulisan di kertas yang dituliskan oleh seorang berinisial Z yang diduga dengan sengaja menelantarkan di TKP,” ujar Anggiat dalam keterangannya, Kamis, 5 Maret 2026.

img_title Mayat Bayi Ditemukan di Saluran Limbah Mal Roxy Mas Jakarta

Melalui pesan yang ditinggalkan, sang kakak menyebut adiknya lahir pada 2 Maret 2026. Ia juga menuliskan identitas nama sang bayi dengan inisial R.

“Adik saya lahir 2 Maret 2026,” tulisnya.

Dalam surat itu pula, Z menungkapkan bahwa ibu mereka meninggal dunia setelah melahirkan. Karena tidak mampu merawat sang bayi, ia memohon banuan kepada orang yang menemukan adiknya.

“Assalamualaikum, Bapak/Ibu yang menemukan adik saya, saya Z ingin minta tolong untuk merawat adik saya, karena ibu saya meninggal saat melahirkan,” tulisnya.

Di akhir pesannya, sang kakak menyampaikan harapan agar bayi itu dibesarkan dengan penuh kasih saying dan memiliki masa depan yang lebih baik.

“Tolong anggap seperti anak sendiri, karena saya tidak akan menemukan atau mengunjungi dia lagi, saya tidak mau masa depan dia seperti saya, Terima kasih,” tulisnya.

Warga Dengar Tangisan Bayi

Bayi tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga Bernama Dinda. Saat berada di lantai dua rumahnya, ia mendengar suara tangisan yang tidak biasa dari arah luar rumah.

Setelah mencari sumber suara, ia menyadari tangisan itu berasal dari sebuah gerobak nasi uduk yang berada di depan rumahnya.

Halaman Selanjutnya
img_title