Kabinet ANTARA BEM Untag Banyuwangi Usung Meritokrasi dalam Kepengurusan
- Dok. Untag Banyuwangi/ VIVA Banyuwangi
Banyuwangi, VIVA Banyuwangi – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi periode 2026–2027, Rofi'uddin Rohmatulloh, menegaskan bahwa kepengurusan BEM pada periode ini akan mengedepankan sistem meritokrasi dalam penempatan pengurus organisasi.
Menurutnya, kepengurusan BEM ke depan tidak lagi menggunakan pendekatan kedekatan personal atau hubungan kekeluargaan, melainkan menitikberatkan pada kompetensi dan kemampuan setiap individu dalam menjalankan tugas organisasi.
“Kalau visi sendiri, yang kita bawakan itu visinya yang pastinya terkait meritokrasi, terkait birokrasi yang mengedepankan tentang kompetensi kita. Jadi bukan lagi seperti cara-cara lama, entah itu orang-orang dalam, orang-orang yang berbasis kekeluargaan, bukan seperti itu,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sistem meritokrasi yang dimaksud adalah menempatkan seseorang pada posisi tertentu berdasarkan kemampuan dan kapasitas yang dimilikinya.
“Tapi siapa yang bisa bekerja, siapa yang bisa dalam posisi tertentu, maka beliau lah yang akan dimasukkan. Begitulah meritokrasi,” lanjutnya.
Rofi'uddin menilai bahwa pendekatan tersebut penting untuk memastikan organisasi mahasiswa dapat berjalan secara profesional dan efektif dalam menjalankan program kerja selama satu periode ke depan.
Dengan sistem tersebut, BEM Untag Banyuwangi diharapkan mampu menghadirkan kepengurusan yang lebih kompeten sekaligus memperkuat peran organisasi mahasiswa dalam mengakomodasi kebutuhan serta aspirasi mahasiswa di lingkungan kampus.
Kabinet ANTARA merupakan nama kabinet kepengurusan BEM Untag Banyuwangi periode 2026–2027 yang dipimpin Rofi'uddin Rohmatulloh.