Kades Bajulmati Achmad Thoha Diintimidasi: Jangan Terlalu Ikut Campur Urusan Bumdes Dirut Hariono!
- Venus Hadi/ VIVA Banyuwangi
Banyuwangi, VIVA Banyuwangi –Upaya pengungkapan kisruh uang negara sebesar nyaris setengah miliar rupiah yang dikelola Hariono saat menjabat Direktur Utama (Dirut) Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Bajulmati era Tahun 2021 – 2023 nampaknya mulai memasuki ranah intimidasi. Kepala Desa (Kades) Bajulmati Achmad Thoha mengaku diintimidasi pihak tertentu dalam upaya pengungkapan kisuh Bumdes Bajulmati.
“Ada orang yang bilang ke saya gini. Seharusnya sampeyan (Kades Achmad Thoha) jangan terlalu masuk (ikut campur) dalam hal ini (Kisruh pengelolaan uang rakyat sebesar nyaris setengah miliar rupiah). Orangnya saya kenal dan tahu, justru hal ini yang menimbulkan tanya kenapa orang itu seperti ini (Keberatan kisruh Bumdes Hariono diungkap),” aku Kades Bajulmati Achmad Thoha.
Dugaan intimidasi tersebut terjadi saat Kades Bajulmati Achmad Thoha tengah getol dalam pengungkapan kisruh pengelolaan dana penyertaan modal serta uang sewa kontrak yang nilainya hampir setengah miliar rupiah.
Kades Bajulmati telah berupaya melakukan pengungkapan kisruh ini pada Tahun 2024 dengan mengundanghadirkan Dirut Bumdes Hariono untuk segera menyelesaikan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ).
Namun hingga 2 tahun telah berlalu, Dirut Bumdes Hariono tetap saja menolak menyelesaikan kewajiban pembuatan LPJ yang diminta Kades dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
“Sejak awal Tahun 2026 memang saya kembali menagih LPJ pada (Dirut Bumdes) Hariono dengan cara mengundang rapat. Cukup getol saya bahkan setiap minggu saya panggil ke kantor (Balai Desa Bajulmati) untuk segera menyelesaikan LPJnya,” ujar Kades Bajulmati pada VIVA News.
Meningkatnya intensitas serta semangat Kades Bajulmati Achmad Thoha inilah yang mungkin membuat sejumlah pihak tidak nyaman.
Belum diketahui pasti penyebab ketidaknyamanan pihak tersebut hingga nekat melakukan upaya intimidasi pada Kades Bajulmati Achmad Thoha.
“Saya tidak tahu ini upaya intimidasi atau bukan tapi yang saya bingungkan adalah kenapa saya dilarang untuk masuk lebih dalam di kisruh Bumdes Hariono. Sedangkan saya adalah Kepala Desa Bajulmati. Lha kok aneh saya dilarang ikut campur,” tutur Achmad Thoha di ruang kerjanya.
Akibat upaya intimidasi tersebut, Kades Bajulmati tetap akan melanjutkan langkah pengungkapan kisruh Bumdes era Tahun 2021 – 2023.