Ingin jadi 'Bestie', Kabinet ANTARA BEM Untag Banyuwangi Siapkan Mediagram, Wadah Curhat, Confess dan Aspirasi Mahasiswa
- Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Banyuwangi
Banyuwangi, VIVA Banyuwangi – Kabinet ANTARA Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi, berupaya menghadirkan pendekatan yang lebih dekat dengan mahasiswa. Ketua BEM Untag Banyuwangi, Rofi'uddin Rohmatulloh, menyebut bahwa BEM tidak hanya akan berperan sebagai organisasi birokrasi mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang yang lebih terbuka bagi mahasiswa untuk menyampaikan berbagai persoalan.
Menurutnya, BEM ingin menjadi tempat yang nyaman bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi maupun keluhan yang mereka alami selama menjalani kehidupan kampus.
“Untuk misi kita, yang pertama itu saya ingin menjadikan BEM ini bukan cuma sekedar wadah birokrasi saja, tapi menjadikan BESTI sebagai BESTI dari teman-teman mahasiswa Untag Banyuwangi,” ujarnya.
Bung Rofi menjelaskan bahwa konsep tersebut bertujuan untuk membangun hubungan yang lebih dekat antara BEM dan mahasiswa. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan lebih terbuka dalam menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.
“Kita ingin teman-teman mahasiswa Untag Banyuwangi ini lebih terbuka kepada kita. Maka dari itu, kita atau dalam hal ini adalah BEM Untag, ingin menjadi BESTI, agar teman-teman itu bisa saling curhat kepada kita,” katanya.
Sebagai langkah konkret, BEM Untag Banyuwangi juga berencana membuat sebuah mediagram yang dikelola secara resmi oleh pengurus BEM. Platform tersebut nantinya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan berbagai aspirasi maupun cerita yang mereka alami di lingkungan kampus.
“Untuk itu teknisnya nanti rencana kita, kita akan membuat mediagram. Jadi mirip seperti bisa dibilang seperti Unes Today, seperti itu,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa mediagram tersebut tidak hanya akan menjadi tempat penyampaian aspirasi formal, tetapi juga ruang komunikasi yang lebih santai bagi mahasiswa.
“Di situ bukan cuma tempat curhatan-curhatan formal, kayak bersurat seperti itu, bukan. Ya selayaknya mediagram. Kita mungkin bisa konfes di situ,” lanjutnya.
Melalui program tersebut, BEM Untag Banyuwangi berharap dapat menghadirkan ruang komunikasi yang lebih terbuka antara mahasiswa dan organisasi mahasiswa di tingkat universitas.