Klik Tautan dan Unduh Aplikasi Sering Ditemui, Ini Cara Cegah Modus Penipuan Digital Jelang THR Cair!

Ilustrasi modus penipuan digital saat THR cair.
Sumber :
  • https://pixabay.com/id/vectors/peretasan-pencurian-data-9615547/

Jakarta, VIVA Banyuwangi – Para pekerja patut waspada terhadap jenis-jenis penipuan digital menjelang pencairan Tunjangan Hari Raya (THR).

img_title KPK: Setelah Memeras, Bupati Cilacap Bakal Bagi-bagi THR Rp20-100 Juta

Menjelang pekan pencairan THR bagi banyak pekerja menyambut momen Lebaran, semakin tinggi pula penipuan digital yang mengincarnya.

Dilansir dari Antara News, berdasarkan data seperti temuan VIDA sepanjang 2025 menemukan lonjakan kasus penipuan digital paling banyak terjadi menjelang dan saat pencairan (THR).

img_title Jelang Lebaran, Pemerintah Mulai Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng untuk KPM

Momentum ini ditandai dengan meningkatnya aktivitas transaksi dan mobilitas masyarakat yang secara tidak langsung membuka lebih banyak celah bagi pelaku untuk melancarkan aksinya.

Oleh karena itu, Founder & Group CEO VIDA Niki Luhur dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu, 8 Maret 2026, mengimbau masyarakat harus semakin waspada dan mengenal jenis penipuan-penipuan.

img_title THR Swasta Dipangkas tapi ASN Ditanggung Negara, Menkeu: Kalau Swasta Protes ke Bosnya

“Penipuan selalu beradaptasi. Setiap kali sistem pertahanan diperkuat, pelaku menguji ulang, menyesuaikan teknik, dan kembali dengan metode yang lebih kompleks dan sistematis. Mereka memanfaatkan celah keamanan, kelemahan literasi digital masyarakat, serta momentum tertentu untuk melancarkan aksinya,” kata Niki.

Niki membagikan setidaknya ada dua modus penipuan yang perlu diwaspadai menjelang momen THR kali ini.

Pertama ada phising atau smishing. Metode ini melibatkan berbagai cara untuk memancing korban mengklik tautan dan memasukan data pribadi seperti username, password, dan One-Time Password (OTP) via SMS.

Sebagai contoh, pelaku dapat menyebar sebagai instansi logistik ataupun ada nomor tidak diketahui memberikan tawaran promo Ramadan palsu.

Modus ini juga berkembang melalui metode fake BTS yang tahun lalu ramai dan ditemukan oleh Pemerintah. Metode penipuan ini memungkinkan pesan palsu terkirim secara massal dan tampak seolah berasal dari institusi resmi sehingga terlihat meyakinkan bagi penerima sehingga harus diwaspadai.

Selanjutnya, penipuan kedua ialah malware. Metode penipuan ini memancing korban untuk mengunduh aplikasi berbahaya dalam bentuk file APK.

Modus yang digunakan beragam dan paling sering ditemukan ialah pelaku mengirim dokumen seolah itu adalah dokumen penting seperti dokumen status pengiriman paket, undangan pernikahan, hingga dokumen lain yang tampak relevan bagi korban.

Apabila tidak jeli, setelah terunduh, aplikasi tersebut dapat terpasang otomatis ke gawai korban dan memungkinkan pelaku untuk memantau perangkat dari jarak jauh, termasuk mengakses password serta berbagai informasi sensitif yang tersimpan maupun digunakan di dalam perangkat.

Halaman Selanjutnya
img_title