Pesanan Kue Kering Lebaran Turun, Pengusaha di Probolinggo Produksi dari 1.500 Jadi 900 Toples
- Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi
Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Menjelang Hari Raya Idulfitri, sejumlah pengusaha kue kering di Kota Probolinggo mulai memproduksi berbagai jenis kue Lebaran. Namun tahun ini, jumlah pesanan disebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Salah satunya dirasakan oleh Diah Sri Hartati, pengusaha kue kering yang berlokasi di Jalan Hayam Wuruk, Kota Probolinggo. Ia mengaku jumlah pesanan kue kering Lebaran tahun ini menurun cukup signifikan.
“Tahun lalu bisa sampai sekitar 1.500 toples, sekarang hanya sekitar 900-an,” ujar Diah saat ditemui di tempat produksinya pada hari Senin, 9 Maret 2026.
Diah mengatakan, pemesanan kue kering Lebaran sudah dibuka sejak 15 Januari melalui sistem pre-order (PO), atau sekitar satu bulan sebelum Ramadhan. Pemesanan biasanya ditutup pada hari ke-7 puasa, setelah itu Diah hanya menyelesaikan pesanan yang sudah masuk.
“Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, biasanya PO kami tutup di hari ketujuh puasa, setelah itu tinggal menyelesaikan pesanan yang sudah ada,” katanya.
Dalam memasarkan produknya, Diah dibantu sekitar 10 reseller. Salah satu reseller bahkan mampu menjual hingga 92 toples selama masa penjualan.
Kue kering yang diproduksi Diah dijual dengan harga berkisar antara Rp75 ribu hingga Rp85 ribu per toples. Selain dijual satuan, Diah juga menyediakan paket hampers berisi tiga toples kue dengan harga sekitar Rp185 ribu.
“Saya memiliki 17 varian kue kering. Yang paling laris itu nastar banana, kedua kastengel,” ujarnya.
Untuk varian nastar sendiri tersedia beberapa pilihan rasa, seperti nastar klepon, choco cheese, banana, classic, hingga nastar roll.
Tahun ini Diah juga menghadirkan beberapa varian baru, seperti putri salju pandan, cracker cookies, serta thamrind red velvet. Cracker cookies merupakan kue berbahan dasar cookies keju yang digiling halus lalu dicampur dalam adonan, sedangkan thamrind red velvet memiliki campuran crumble red velvet.
Proses pembuatan kue dilakukan setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 15.00 WIB. Dalam produksi, Diah melibatkan sekitar 10 pekerja, lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 15 orang.
Menurutnya, salah satu varian yang paling rumit dibuat adalah nastar banana karena harus melalui beberapa tahap pengerjaan.