Harga BBM Subsidi Belum Naik Imbas Harga Minyak, Menkeu: Lihat Kondisi Setelah Sebulan
- https://www.instagram.com/p/DVIo40OE1JD/?img_index=1
Jakarta, VIVA Banyuwangi – Konflik yang terjadi di Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran membawa dampak yang terasa di seluruh dunia. Salah satu dampak konflik di Timur Tengah itu adalah kenaikan harga minyak dunia.
Di tengah kenaikan harga minyak dunia akibat konflik AS-Israel dengan Iran tersebut berimbas muncul isu adanya kenaikan harga bahan bakar minyak subsidi (BBM) subsidi di Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangn Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah saat ini belum berencana menaikkan harga BBM subsidi.
“Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.
Dilansir dari Antara News, Purbaya mengatakan pasokan minyak di dalam negeri masih cukup aman, sebagaimana disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Lebih lanjut, Purbaya menyebut rerata perkembangan harga minyak dunia masih di bawah kapasitas maksimal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Artinya, kata Menkeu, APBN mash memadai untuk menahan dampak volatilitas harga minyak.
Kendati demikian, ia memastikan akan memantau perkembangan dalam sebulan ke depan dan mengambil keputusan ketika dibutuhkan.
“Sekarang belum saatnya mengambil keputusan, karena uangnya masih cukup,” tambahnya.
Bendahara negara pun berharap masyarakat tetap tenang dan meyakini kebijakan pemerintah dalam menavigasi gejolak dunia. Terlebih, Indonesia sudah pernah mengalami lonjakan harga minyak sebelumnya.
“Kita lihat kondisi seperti apa. Nanti setelah sebulan, kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas. Anda percaya saja, saya cukup pintar, kok. Kita sudah mengalami harga minyak tinggi beberapa kali, nggak hancur negaranya, kan. Kenapa? Karena kebijakannya pas,” tuturnya.
Dalam kesempatan terpisah, Bahlil menegaskan bahwa pasokan BBM masih andal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode puasa dan Idul Fitri. Dia pun menjamin harga BBM bersubsidi, Pertalite, tidak akan naik meskipun harga minyak dunia menembus 118 dolar AS per barel.
Diberitakan oleh Sputnik, harga minyak mentah jenis Brent mencapai 118 dolar AS per barel untuk kali pertamanya sejak 17 Juni 2022.