Klaim AS Menang Telak, Trump: Perang dengan Iran Diperkirakan Akan Segera Berakhir

Presiden AS Donald Trump.
Sumber :
  • https://www.instagram.com/p/DVl8EuOkTaD/?img_index=1

Amerika Serikat, VIVA Banyuwangi – Konflik di Timur Tengah yang terjadi setelah serangan militer Amerika Serikat-Israel terhadap Iran cukup mengejutkan negara-negara lain di dunia.

img_title Trump Geram Atas Tanggapan Iran untuk Tawaran Damai: Saya Tidak Suka

Konflik yang dimulai pada 28 Februari 2026 tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Khamenei tewas setelah serangan udara gabungan AS-Israel menargetkan kediamannya di Teheran.

Pada Senin, 9 Maret 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa perang dengan Iran yang hingga kini masih berlangsung diperkirakan akan “segera berakhir”, tetapi membantah berakhir pekan ini.

img_title Belum Temui Titik Terang, AS Tunggu Jawaban hingga Iran Ancam Serang Balik Blokade

“Kami menang telak. Kami jauh lebih cepat dari jadwal,” klaim Trump, yang awalnya memperkirakan konflik tersebut dapat berlangsung selama 4-5 pekan, dalam suatu taklimat media di Florida.

Dilansir dari Antara News, pernyataan Trump muncul setelah Iran memilih Motjaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru mereka setelah sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei, gugur dalam gelombang pertama serangan gabungan AS-Israel.

img_title Gagal Pastikan Israel-Hamas Patuhi Gencatan Senjata, AS Bakal Tutup Pusat Misinya di Gaza

Motjaba Khamenei dikenal karena kedekatannya dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Naiknya Motjaba ke tampuk kekuasaan menimbulkan kekhawatiran di sebagian besar negara bahwa perang, yang memasuki pekan kedua, dapat semakin menggoyahkan kawasan Timur Tengah dan langsung berdampak pada ekonomi global.

Kendati bersikeras bahwa AS telah mencapai keberhasilan militer yang "belum pernah terjadi sebelumnya", Trump mengaku "kecewa" dengan terpilihnya pemimpin tertinggi baru Iran. "Kami pikir ini hanya akan menyebabkan masalah yang sama untuk negara ini," katanya.

Lebih lanjut Trump juga memperingatkan bahwa AS akan menyerang Iran secara agresif jika negara itu berusaha memblokir pasokan energi dunia.

"Kami akan sangat keras menghantam mereka, sehingga tidak mungkin bagi mereka atau siapa pun yang membantu mereka untuk memulihkan bagian dunia itu," katanya.

Namun, ia menyampaikan optimisme tentang harga minyak, mengatakan bahwa harga minyak akan jauh lebih rendah setelah perang berakhir.

Perihal gangguan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, Trump mengatakan AS kurang terpengaruh dibanding China.

"Kami benar-benar membantu China dan negara-negara lain, karena mereka mendapatkan banyak energi dari (selat). Tetapi lihat, kami memiliki hubungan yang baik dengan China. Menjadi kehormatan bagi saya untuk melakukan itu," katanya.