Tolak Gencatan Senjata, Iran Bersumpah Bakal Balas Serangan AS-Israel
- https://pixabay.com/id/illustrations/iran-bendera-negara-simbol-bangsa-4610902/
Iran, VIVA Banyuwangi – Iran telah menolak kemungkinan gencatan senjata di tengah konflik yang sedang berlangsung. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei mengatakan Teheran akan fokus sepenuhnya pada pertahanan dan pembalasan selama serangan terhadap negara it uterus berlanjut.
Berbicara kepada Jaringan Berita Mahasiswa Iran, Baghaei mengatakan Iran akan terus menargetkan fasilitas yang digunakan oleh apa yang disebutnya sebagai agresor sambil menghindari konfrontasi dengan negara-negara Muslim tertangga.
“Tidak ada gunanya membicarakan hal lain selain pertahanan dan pembahasan yang menghancurkan terhadap musuh,” kata Baghaei seperti dilansir dari The Times of India pada Selasa, 10 Maret 2026.
Ia menekankan bahwa Iran akan terus membela diri selama serangan masih berlangsung. Ia juga membantah tuduhan bahwa Iran telah melancarkan serangan terhadap Turki, Azerbaijan, dan Siprus.
Ia mengklaim bahwa insiden tersebut adalah “serangan bendera palsu” yang bertujuan untuk menjebak Teheran dan meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut.
Baghaei menegaskan kembali bahwa Iran “tidak memiliki perang untuk diperangi dengan negara-negara tetangga Muslimnya”.
Ia menambahkan lebih lanjut bahwa operasi Iran hanya ditujukan pada lokasi-lokasi yang digunakan oleh pasukan musuh. Menurutnya, tindakan-tindakan ini merupakan bagian dari apa yang Iran sebut sebagai hak sahnya untuk membela diri.
Pada hari Sabtu, 7 Maret, Masoud Pezeshkian juga menyampakan permintaan maaf atas serangan Iran baru-baru ini terhadap negara-negara tetangga yang bersekutu dengan Amerika Serikat, seiring konflik di Asia Barat memasuki minggu kedua.
Ia mengatakan Teheran akan menahan diri dari menyerang negara-negara tetangga kecuali mereka terlebih dahulu melancarkan serangan terhadap Iran.
Dalam pidato yang disiarkan di televisi pemerintah, Pezeshkian mengatakan ia menyesali serangan tersebut dan menekankan bahwa Iran tidak bermaksud menargetkan negara-negara tetangga.
Menurut AFP, ia menyatakan bahwa dewan kepemimpinan sementara Iran telah memutuskan untuk menghentikan serangan lebih lanjut terhadap negara-negara tetangga kecuali serangan terhadap Iran berasal dari wilayah mereka.
“Saya harus meminta maaf atas nama saya sendiri dan atas nama Iran kepada negara-negara tetangga yang diserang oleh Iran,” kata Pezeshkian.