Waspadai Penularan Campak Saat Silaturahmi Lebaran, Cegah Penyakit dengan Vaksin

Ilustrasi imunisasi campak rubela untuk anak.
Sumber :
  • https://pixabay.com/id/photos/injeksi-vaksin-pasien-kesehatan-7773033/

Jakarta, VIVA Banyuwangi – Kasus penyakit campak secara nasional kini tengah mengalami peningkatan yang signifikan. Menjelang Lebaran 2026, para orangtua yang memiliki bayi dan balita dihimbau untuk lebih waspada.

img_title Kemenkes Gandeng Organisasi Keagamaan Tangkal Misinformasi dan Tingkatkan Cakupan Imunisasi

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penyakit campak saat melakukan kegiatan silaturahmi pada momen Idulfitri.

“Salah satu pesannya adalah jangan suka megang, mencium anak-anak, terutama yang mash bayi dan balita, karena daya tahan tubuhnya masih sangat rentan,” kata Ani saat ditemui di kawasan Jakarta Timur, Selasa, 10 Maret 2026.

img_title Inovasi Alkes Perlu Dipercepat, Kemenkes-BPOM Kolaborasi Hilangkan TB

Dilansir dari Antara News, meskipun belum ada temuan kasus campak di Jakarta, kata dia, namun penyakit itu sudah ditemukan di beberapa wilayah di sekitar ibu kota.

Untuk itu, dia meminta masyarakat, khususnya yang memiliki anak-anak, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit tersebut.

img_title Data Kemenkes Ungkap Hanya 34 Dapur MBG yang Penuhi Sertifikasi Higienis dari Ribuan yang Beroperasi

“Jadi, ini tetap menjadi kewaspadaan kita sama-sama, terutama menjelang hari raya,” ujar Ani.

Sebelumnya, Dokter Spesialis Anak RSUD Pasar Rebo, dr. Arifianto, Sp.A, Subsp.Neuro(K) mengungkapkan penyakit campak belum hilang hingga kini karena imunisasi yang tidak lengkap.

Dia mengakui hampir setiap pekan mendapati pasian anak yang menggunakan ventilator atau masuk ruangan perawatan intensif (PICU) akibat campak.

Menurut dia, kondisi tersebut membuktikan penyakit campak dapat dicegah melalui vaksin yang mampu memperkuat daya tahan tubuh. Maka dari itu, dia mengingatkan masyarakat agar melengkapi imunisasi anak-anak mereka.

Arifianto juga mengatakan anak yang belum kenal berbagai virus atau bakteri harus dikenalkan dengan vaksin agar antibodinya terbangun. Jadi, ketika mereka terkena penyakit, maka tubuhnya mampu menghalaunya.

Imunisasi campak rubela diberikan sebanyak tiga dosis, yakni saat anak berusia 9 bulan, kemudian dilanjutkan dengan dosis penguat saat anak berusia 18 bulan dan 6-7 tahun.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, Kemenkes memastikan ketersediaan vaksin campak-rubella (MR) di Indonesia dalam kondisi aman untuk mendukung percepatan pelaksanaan imunisasi dalam merespons peningkatan kasus campak di sejumlah daerah.

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Rizka Andalusia, menyampaikan bahwa penyediaan vaksin menjadi salah satu faktor kunci dalam pengendalian wabah campak selain kegiatan surveilans dan deteksi dini kasus.

Halaman Selanjutnya
img_title