Perbaikan Jalan Tak Secepat Warga Bayar Pajak Kendaraan, Pengendara di Lumajang Mengeluh
- Dok. DPRD Lumajang/ VIVA Banyuwangi
Lumajang, VIVA Banyuwangi –Lambatnya perbaikan jalan di sejumlah titik di Kabupaten Lumajang kembali menuai keluhan dari masyarakat. Kondisi jalan berlubang yang cukup banyak, terutama di wilayah perkotaan, membuat pengendara merasa tidak nyaman bahkan khawatir saat melintas.
Seorang pengendara roda dua yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambannya penanganan jalan rusak oleh pemerintah daerah. Menurutnya, kewajiban masyarakat membayar pajak kendaraan tidak sebanding dengan kondisi infrastruktur jalan yang ada.
“Percuma bayar pajak kendaraan, tapi perbaikan jalannya lambat,” ujarnya pada VIVA News. Jumat, 13 Maret 2026.
Ia menilai kondisi jalan berlubang justru lebih banyak ditemukan di kawasan dalam kota. Akibatnya, para pengendara harus lebih berhati-hati agar tidak terperosok ke dalam lubang yang dapat menyebabkan kecelakaan.
Keluhan itu juga disertai pertanyaan terhadap pola penanganan jalan rusak. Ia menyinggung inspeksi mendadak (sidak) yang pernah dilakukan oleh Komisi B DPRD Kabupaten Lumajang di kawasan Jalan Brigjen Katamso beberapa waktu lalu.
“Waktu itu ada sidak dari Komisi B DPRD di sekitar Jalan Brigjen Katamso dan langsung dilakukan perbaikan. Apa harus ada sidak dulu baru ada perbaikan?” keluhnya lagi.
Menurutnya, perbaikan jalan yang lambat tidak sebanding dengan kewajiban masyarakat yang rutin membayar pajak kendaraan setiap tahun.
“Perbaikan jalan tidak secepat masyarakat membayar pajak kendaraannya,” tambahnya.
Keluhan serupa juga datang dari warga lainnya. Mereka mengaku kondisi jalan berlubang membuat kendaraan lebih cepat mengalami kerusakan. Selain itu, tidak sedikit kecelakaan lalu lintas yang dipicu oleh kondisi jalan yang rusak.
“Kalau sering kena lubang, kendaraan jadi cepat rusak. Risiko kecelakaan juga besar,” kata seorang warga lainnya wartawan.
Sementara itu, pihak Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Lumajang, menyebut perbaikan jalan saat ini masih terkendala ketersediaan waktu.
Ridwan Adji dari Bina Marga DPUTR Lumajang menjelaskan bahwa pekerjaan perbaikan baru bisa dilakukan ketika waktu sudah tersedia.
“Kami masih menunggu waktu tersedia baru bisa dikerjakan, alias bergantian, karena banyaknya jalan berlubang,” jelasnya pada Jurnalis.