Meski Indonesia Dalam Kondisi Aman, Presiden Ingatkan Dampak Konflik Global
- https://www.instagram.com/p/DV0z7Osj4M0/?img_index=1
Jakarta, VIVA Banyuwangi – Beberapa negara di dunia telah mengambil langkah-langkah untuk menghadapi kondisi global saat ini. Sementara itu, Indonesia dinilai berada dalam kondisi relatif aman. Kendati demikian, pemerintah tidak bisa lengah dan harus mempersiapkan berbagai skenario.
Presiden RI Prabowo Subianto mengingatkan jajaran pemerintah agar tetap waspada menghadapi dinamika global yang berkembang saat ini.
Dilansir dari laman resmi Presiden RI, Kepala Negara menegaskan bahwa meskipun Indonesia berada dalam kondisi relatif aman, pemerintah tidak boleh lengah dan harus mempersiapkan berbagai skenario, termasuk kemungkinan terburuk yang dapat berdampak pada stabilitas energi dan ekonomi nasional.
“Kita hadapi perkembangan yang terjadi secara global di kawasan Eropa dan Timur Tengah, dan ini tentunya memberi dampak kepada kita karena akan memengaruhi harga BBM (Bahan Bakar Minyak). Harga BBM juga bisa memengaruhi harga makanan. Kita Alhamdulillah sudah mengamankan masalah pangan yang mendasar,” ujar Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara Jakarta, pada Jumat, 13 Maret 2026.
Lebih lanjut, Kepala Negara menyampaikan bahwa sudah banyak negara yang melakukan langkah-langkah dalam menghadapi kondisi global saat ini. Kepala Negara meminta jajarannya untuk melakukan kajian lebih lanjut perihal efisiensi ini.
“Seolah-olah bahwa ini bagi mereka seperti kita dulu waktu Covid. Mereka melaksanakan work from home, kerja dari rumah untuk semua kantor, pemerintah maupun swasta, 50 persen bekerja dari rumah,” imbuh Kepala Negara.
“Maksud saya ini ada berapa hari saya kira kita bisa mengkaji masalah ini. Saya kira kita juga harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan. Saya percaya 2 sampai 3 tahun kita akan sangat kuat. Tapi tetap kita harus hemat konsumsi,” ujar Presiden Prabowo.
Selain itu, Presiden Prabowo juga berharap pemerintah di bawah kepemimpinannya akan selalu menjaga agar defisit keuangan tidak bertambah di tengah situasi saat ini.
“Bahkan cita-cita kita adalah kalau bisa kita tidak punya defisit. Sasaran kita adalah APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) kita harus balance budget itu paling ideal dan itu saya kira kita bisa lakukan,” imbuh Kepala Negara.