Singgung Penyiraman Air Keras ke Aktivis Tindakan Terorisme, Prabowo: Harus Kita Usut!

Presiden RI Prabowo Subianto.
Sumber :
  • https://www.instagram.com/p/DVvzNrMD7ri/?img_index=1

Jakarta, VIVA Banyuwangi – Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung tindakan kriminal hingga teroris terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

img_title Prabowo Gelar Ratas di Hambalang Bahas Soal Buruh, Pendidikan hingga Pertahanan

Prabowo mengatakan kasus penyiraman air keras  terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunur, merupakan tindakan kriminal serius yang tergolong sebagai terorisme.

Dikutip dari Viva.co.id, ia menegaskan serangan air ke Andrie Yunus harus diusut tuntas sampai ke dalang di balik peristiwa tersebut.

img_title Peringati Hari Buruh, Presiden Prabowo Canangkan 4 Kebijakan Baru untuk Tenaga Kerja

“Ini adalah terorisme. Ini tindakan biadab. Harus kita kejar. Harus kita usut. Harus kita usut!” kata Prabowo, dikutip dari rilis Badan Komunikasi (Bakom) RI, Kamis, 19 Maret 2026.

Prabowo menuturkan, penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pelaku di lapangan, melainkan harus mampu mengungkap aktor intelektual di balik peristiwa tersebut.

img_title Ojol Sumringah, Prabowo Teken Perpres Potongan Aplikator 8% hingga Wajibkan Perlindungan Jaminan Sosial

“(Termasuk) siapa yang menyuruh, siapa yang membayar,” tuturnya.

Lebih lanjut, Prabowo juga menegaskan, negara tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan terhadap warga negara, termasuk terhadap aktivis yang menyuarakan kritik. Ia memastikan, jika ada keterlibatan aparat dalam kasus kekerasan itu, maka proses hukum harus berjalan tanpa pandang bulu.

“Ya jelas dong (kalau itu dari aparat). Tidak akan! (ada impunitas). Saya menjamin!” ujar dia.

“Saya ingin menegakkan hukum. Saya ingin Indonesia yang beradab. Tidak boleh ada tindakan seperti ini,” sambung Prabowo.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak empat prajurit TNI terlibat dalam aksi penyiraman air keras ke Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunur.

Hal tersebut diungkap Daspuspom TNI Mayor Jenderal (Mayjen) TNI yusri Nuryanto. Yusri mengaku baru mendapatkan informasi terkait dugaan keterlibatan empat prajurit TNI itu pada Rabu, 18 Maret 2026 pagi.

“Jadi tadi pagi, saya telah menerima, menerima dari Denma Bais TNI, empat orang yang diduga tersangka melakukan kegiatan penganiyaan terhadap saudara Andrie Yunus,” kata Yusri dalam konferensi pers, Rabu, 18 Maret 2026.

Yusri menuturkan, keempat prajurit TNI itu sudah diamankan. Pihaknya pun tengah mendalami motif di balik aksi penyiraman air keras ke Andrie Yunus.

“Jadi kita juga masih mendalami apa nih motifnya dari empat yang diduga pelaku tadi,” tutur dia.

Halaman Selanjutnya
img_title