Bantah Iuran Rp17 Triliun untuk BoP, Prabowo: Saya Tidak Berkomitmen Soal Uang Sama Sekali

Presiden RI Prabowo Subianto.
Sumber :
  • https://www.instagram.com/p/DWIicwqFH7f/?img_index=6

Jakarta, VIVA Banyuwangi – Indonesia disebut-sebut menyumbang dana belasan triliun rupiah setelah bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace. Menanggapi hal tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan jawaban sebaliknya.

img_title Usai Lawatan, Presiden Prabowo Gelar Rapat Terbatas Akselerasi Program Strategis Nasional

Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak pernah berjanji maupun berkomitmen untuk menyumbang sebesar 1 miliar dolar AS (sekitar Rp17 triliun) kepada Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang diusung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Jadi, kita tidak pernah mengatakan bahwa kita mau ikut iuran 1 miliar dolar," ujar Prabowo dalam sebuah wawancara, sebagaimana keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu, 22 Maret 2026.

img_title Prabowo Perintahkan Menteri ESDM Segera Tindak Tegas Tambang Ilegal di Hutan

Dilansir dari Antara News, Presiden juga menegaskan tidak ada komitmen keuangan apa pun yang pernah dijanjikan kepada Amerika Serikat terkait keikutsertaan Indonesia dalam BoP.

Hal ini, lanjutnya, terlihat dari absennya Indonesia dalam pertemuan founding donors sebelumnya.

img_title Dua Jam Bertemu, Prabowo dan Macron Sepakati Penguatan Kemitraan Indonesia-Prancis

"Tidak, tidak pernah. Dalam pertemuan di Washington pada 19 Februari lalu, itu adalah pertemuan founding donors. Mereka masing-masing menyumbang, mungkin ada yang lebih besar, tetapi Indonesia tidak ada di situ. Karena sejak awal, saat ditanya, saya tidak berkomitmen soal uang sama sekali," tegas Prabowo.

Presiden menyampaikan Indonesia siap menjadi bagian dari dewan perdamaian tersebut, namun hanya melalui kontribusi pasukan perdamaian untuk menjaga warga Gaza, bukan dana.

"Kita menyatakan siap mengirim pasukan perdamaian sesuai kebutuhan," katanya.

Meski demikian, Prabowo menyampaikan pemerintah akan tetap mengikuti perkembangan ke depan ketika pembangunan kembali Gaza dapat dimulai, maka kemungkinan kontribusi Indonesia akan dipertimbangkan.

"Kalau gencatan senjata berhasil dan pembangunan dimulai, bukan tidak mungkin Indonesia ikut serta. Kita punya Baznas, dan sebelumnya juga sudah membangun rumah sakit serta berbagai bantuan lainnya di sana," jelasnya.

Namun, Prabowo kembali menegaskan bahwa tidak ada komitmen untuk membayar iuran sebagai anggota BoP.

"Tidak ada komitmen sama sekali," ucap Presiden.

Sebelumnya, laporan Bloomberg pada Minggu, 18 Januari 2026, mengutip rancangan piagam dewan tersebut, menyebut Donald Trump mensyaratkan pembayaran 1 miliar dolar AS kepada anggota Dewan Perdamaian supaya bisa menjadi anggota tetap organisasi itu.

Halaman Selanjutnya
img_title