Kasus Dugaan Kekerasan Murid Mengaji Naik Penyidikan, Polisi Sita Video dan Baju Korban

Mapolres Kota Probolinggo
Sumber :
  • Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi

Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Kasus dugaan kekerasan terhadap seorang murid oleh guru mengaji di wilayah Triwung, Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo kini naik ke tahap penyidikan. Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk video kejadian yang sempat viral di media sosial.

img_title Istri Diduga Main Serong, Geger Aksi Pria di Grobogan Nekat Belah Rumah Jadi Dua

Peristiwa ini mencuat setelah beredarnya video berdurasi sekitar 15 detik yang memperlihatkan dugaan aksi kekerasan terhadap anak. Dalam video tersebut terlihat korban digendong oleh gurunya, lalu dibanting ke lantai. Video tersebut kemudian ramai dibicarakan dan memicu perhatian publik.

Orang tua korban diketahui telah melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian pada 19 Maret 2026. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Satreskrim melalui unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA/PPO) Polres Probolinggo Kota.

img_title Langkah Nyata Lindungi Perempuan dan Anak, Satres PPA-PPO Polres Probolinggo Kota Resmi Dibentuk

“Untuk perkara tersebut sudah ditangani Satres PPA/PPO Polres Probolinggo Kota, saat ini sudah proses penyidikan ya,” ujar Kasat PPA/PPO Polres Probolinggo Kota, AKP Rini Ifo Nila, saat dikonfirmasi pada hari Selasa, 24 maret 2026.

AKP Rini juga menjelaskan, pihak kepolisian telah mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

img_title Anak Korban Penganiayaan Kebayoran Lama Kini Bersama Ayah Kandung

“Barang bukti yang kita sita saat ini berupa video rekaman kekerasan dan baju yang dipakai korban saat itu,” imbuhnya.

Dari hasil penyelidikan awal, diketahui peristiwa itu diduga bermula saat korban yang sedang mengendarai sepeda tidak sengaja menggores mobil milik seorang kyai. Insiden tersebut kemudian berujung pada dugaan tindakan kekerasan oleh guru mengaji korban.

“Saat korban naik sepeda, tidak sengaja menggores mobil milik kyai,” tambahnya.

Saat ini, polisi masih terus mendalami kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah pihak terkait. Penanganan dilakukan untuk memastikan kronologi kejadian secara utuh sekaligus menentukan langkah hukum selanjutnya.