Wacana Belajar Daring Dibatalkan, Pembelajaran Siswa Tetap Berlangsung di Sekolah Usai Lebaran

Ilustrasi anak siswa berangkat sekolah.
Sumber :
  • https://www.instagram.com/p/DTJ8PgCkS1L/?hl=id&img_index=1

Jakarta, VIVA Banyuwangi – Belakangan ini, rencana pembelajaran daring yang akan kembali dicanangkan menjadi perbincangan hangat. Pemerintah berencana menerapkan sekolah daring atau belajar dari rumah pada April 2026.

img_title Hardiknas 2026, Mendikdasmen Tegaskan Pendidikan Harus Mencerdaskan Bangsa

Kabar terbaru, wacana kegiatan belajar bagi siswa sekolah kembali dilakukan secara daring mulai April 2026 tersebut dipastikan batal.

Keputusan tersebut mengingat akan pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa. Selain itu, proses pembelajaran juga harus berjalan semakin optimal serta tidak menimbulkan learning loss.

img_title Kemendikdasmen Siapkan TKA Susulan untuk Siswa Terdampak Bencana, Sakit hingga Gangguan Teknis

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung di sekolah setelah rangkaian libur hari raya Idul Fitri.

Ia mengatakan wacana penerapan kegiatan belajar mengajar secara hibrid (daring dan luring) dibatalkan karena mempertimbangkan aspek akademik dan penguatan pendidikan karakter para murid.

“Sesuai hasil rapat lintas kementerian pada 23 Maret, pembelajaran di sekolah dilaksanakan sebagaimana biasa dengan pertimbangan akademik dan penguatan pendidikan karakter,” kata Mendikdasmen Mu'ti saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Pada kesempatan yang berbeda, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan pembelajaran dapat dilaksanakan seperti biasa, yakni siswa dapat datang ke sekolah untuk proses pembelajaran.

img_title Percepat Penanganan Bencana Sumatera, Pemerintah Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca

"Pembelajaran siswa tetap berjalan seperti biasa," kata Pratikno.

Ia menambahkan memang pernah ada diskusi tentang kemungkinan penggunaan metode hybrid yang mengkombinasikan luring dan daring.

Namun demikian, lanjutnya, mengingat pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, maka pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini.

“Sebagaimana prioritas luar biasa Bapak Presiden kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda, maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan, baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag dan Kemendiktisainstek. Ini prioritas. Ini utama,” ujarnya.

Menko PMK pun menyampaikan tentang pentingnya menjamin proses pembelajaran siswa tetap berjalan seperti biasa.

Menurutnya, di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss.

Oleh karena itu, ia mengatakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa.

"Demikian juga dengan layanan medis esensial tetap beroperasi secara sepenuhnya normal," tegas Pratikno.