Meski BBM Stabil, Pemkot Probolinggo Tetap Dorong Penghematan
- Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi
Probolinggo, VIVA Banyuwangi – Pemerintah Kota Probolinggo terus mendorong upaya penghematan bahan bakar minyak (BBM), meskipun kondisi stok dan konsumsi saat ini terpantau stabil.
Hal tersebut disampaikan di sela kegiatan halal bihalal yang dihadiri jajaran Forkopimda, mulai dari Ketua DPRD, Dandim, Kapolres, Kajari, hingga perwakilan Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, dan BPS pada hari Rabu, 25 Maret 2026.
“Kami mengadakan halal bihalal ini dengan harapan silaturahmi seluruh ASN tetap terjaga. Momentum bulan Syawal ini juga kita jadikan sebagai awal semangat baru, tentu dengan kolaborasi dan sinergitas yang lebih meningkat dibanding sebelumnya,” ujar Wali Kota Probolinggo, Aminuddin.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan kondisi saat ini yang tengah mengalami efisiensi di berbagai sektor, termasuk penggunaan BBM.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan work from home (WFH) bagi ASN.
“Kita tahu kondisi saat ini sedang efisiensi. Salah satunya dengan WFH, tujuannya untuk efisiensi waktu dan yang lebih utama lagi adalah bahan bakar,” jelasnya.
Pemkot Probolinggo tengah menyiapkan surat edaran tindak lanjut dari pusat, yang mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan. ASN diimbau untuk mulai beralih ke kendaraan listrik, bahkan menggunakan sepeda bagi yang jarak rumah dan kantornya relatif dekat.
“Kami juga membuat edaran yang insyaAllah hari ini sudah bisa diedarkan. Isinya mengimbau untuk mengutamakan kendaraan non-bahan bakar, seperti kendaraan listrik. Bagi yang jaraknya dekat, diharapkan bisa menggunakan sepeda ontel untuk efisiensi BBM,” tambahnya.
Meski langkah penghematan dilakukan, pemerintah memastikan bahwa kondisi BBM di Kota Probolinggo masih aman.
“Secara stok, sampai hari ini tidak ada laporan yang mengkhawatirkan. Stok kita stabil, permintaan juga stabil. Bahkan saat Lebaran, penggunaan berada di kisaran 19 sampai 20 kiloliter per hari, dan itu masih terkendali,” tegas Aminuddin.
Terkait kebijakan WFH ke depan, pemkot masih menunggu perkembangan kondisi geopolitik yang berpotensi memengaruhi harga BBM.
Sementara itu, rencana penerapan sekolah daring juga masih dalam tahap kajian. Mengingat kondisi geografis Kota Probolinggo yang relatif kecil, pembelajaran tatap muka dinilai masih lebih efektif.