Filipina Tetap Gelar KTT ke-48 ASEAN Secara Sederhana di Tengah Konflik Timur Tengah

Bendera-bendera anggota ASEAN.
Sumber :
  • https://pixabay.com/id/photos/asean-indo-vietnam-ensign-federal-4692563/

Filipina, VIVA Banyuwangi – Di tengah konflik Timur Tengah yang belum juga mereda, Filipina memastikan bahwa Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu akan tetap digelar pada 8-9 Mei 2026 mendatang.

img_title Trump Geram Atas Tanggapan Iran untuk Tawaran Damai: Saya Tidak Suka

Meski KTT ke-48 ASEAN dipastikan tetap digelar, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengatakan penyelenggaraannya dengan penyederhanaan signifikan mengingat konflik Timur Tengah.

Ketika ditemui wartawan di Kota Silang, Provinsi Cavite, Jumat, 27 Maret 2026, Marcos mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan konsultasi dengan para pemimpin di Asia Tenggara.

img_title Belum Temui Titik Terang, AS Tunggu Jawaban hingga Iran Ancam Serang Balik Blokade

“Kami telah menanyakan mitra kami di 10 negara anggota ASEAN lainnya, dan pertanyaannya sangat sederhana: Apakah anda – karena semuanya sibuk dengan krisis minyak, karena perang di Timur Tengah – menghendaki penundaan KTT ASEAN,” kata Presiden Filipina seperti dilansir dari Antara News.

“Mufakat yang tercapai adalah bahwa saat ini kita harus mengoordinasikan usaha bersama. Jadi, inilah yang akan kita lakukan, kita akan lanjutkan penyelenggaraan KTT ASEAN,” tambah Marcos.

img_title Khamenei Puji Peran Iran di Selat Hormuz: AS Tidak Punya Tempat Kecuali di Dasar Perairan

Kendati demikian, kata dia, KTT ke-48 ASEAN tersebut akan dilaksanakan dengan ‘sangat sederhana’ dengan fokus pada tiga aspek utama, yaitu minyak, pangan, dan tenaga kerja migran.

Menurut Presiden Filipina, KTT ASEAN mendatang akan penting untuk membantu para pemimpin ASEAN menentukan apa yang dapat dilakukan di masa depan, bagaimana ASEAN bisa saling membantu, dan bagaimana ASEAN harus mengambil sikap terkait dinamika yang terjadi.

“Kita akan membahas soal tiga isu utama ini, tentang pasokan minyak dan produk minyak, tentang pasokan pangan dan harga pangan, dan tentang pekerja migran,” kata dia.

Lebih lanjut, KTT ke-49 ASEAN yang akan dilaksanakan di Kota Pasay pada 10-12 November 2026 ‘secara tentatif’ masih akan dilanjutkan, mengingat agenda penting tersebut akan dihadiri pemimpin dunia, tutur Marcos.

Sebagai pemegang keketuaan ASEAN, Filipina akan melaksanakan hingga 650 rapat tingkat menteri dan pejabat senior pada tahun ini.

Sementara, pemimpin Senat Filipina sempat menyatakan mendukung langkah menunda KTT ASEAN tahun ini akibat tekanan ekonomi dari perang di Timteng serta melonjaknya harga minyak.

Langkah penundaan tersebut, apabila benar dilakukan, berpotensi menghemat anggaran lebih dari 17 miliar peso (Rp4,7 triliun).

Halaman Selanjutnya
img_title