Perang AS-Iran Pecah, Zulhas: Pasokan Pangan Nasional Dipastikan Tetap Aman

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Sumber :
  • https://www.instagram.com/p/DV1E2vxEkbI/?img_index=2

Jakarta, VIVA Banyuwangi – Konflik Timur Tengah tidak membawa dampak pada pasokan pangan nasional. Meski terjadi perang antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, pasokan pangan nasional dipastikan aman.

img_title Trump Geram Atas Tanggapan Iran untuk Tawaran Damai: Saya Tidak Suka

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan ketahanan pangan nasional tetap aman meski terjadi perang di Timur Tengah. Pasalnya, Indonesia tidak bergantung pada impor dari kawasan tersebut.

“Tidak ada pangan yang bergantung kepada Timur Tengah, tidak ada. Yang kita tidak bisa, seperti gandum itu dari Eropa dan Amerika. Kedelai kita tidak punya, itu dari Eropa dan Amerika. Jadi tidak ada pangan yang tergantung dari timur tengah,” kata Zulhas usai meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu, 28 Maret 2026.

img_title Belum Temui Titik Terang, AS Tunggu Jawaban hingga Iran Ancam Serang Balik Blokade

Dilansir dari Antara News, Zulhas menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir mengenai dampak perang di Timur Tengah terhadap ketersediaan pangan. Stok dan pengadaan pangan dalam negeri dipastikan aman dan terkendali, sehingga masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Ia menambahkan, pemerintah juga bersyukur telah menerapkan kebijakan swasembada pangan sejak awal, sehingga Indonesia kini mandiri di bidang pangan dan mampu mengantisipasi potensi krisis sejak dini.

img_title Khamenei Puji Peran Iran di Selat Hormuz: AS Tidak Punya Tempat Kecuali di Dasar Perairan

“Beras kita tahun lalu surplus sekitar 4 juta ton, saya kira tahun ini juga aka nada 4 juta ton. Jadi InsyaAllah, kalau beras tahun ini sampai tahun depan kita aman stokya. Jagung aman, daging ayam aman, telur aman, sayur-sayuran kita tanam sendiri,” katanya.

Ketika meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Minggu, seorang pedagang turut mengeluhkan harga plastic yang melonjak signifikan. Gemi, pedagang berusia 58 tahun, menuturkan bahwa kenaikan harga plastic mulai terjadi sejak Lebaran dengan lonjakan mencapai sekitar Rp6 ribu per kemasan.

Menanggapi hal tersebut, Zulhas mengamini bahwa keluhan tersebut tidak hanya dialami pedagang di Pasar Minggu, tetapi hampir seluruh pedagang menghadapi hal yang sama.

Ia mengatakan bahwa harga plastic melonjak tinggi karena biji plastis juga naik drastis, mengingat plastik berbahan baku dari minyak bumi.

Dia juga memastikan, pihaknya akan membahas masalah ini secara khusus dan mengundang pihak terkait untuk menjelaskan penyebab kenaikan harga biji plastik.

Halaman Selanjutnya
img_title