Kemlu RI Kecam Keras Serangan Israel di Lebanon, Serukan Penyelidikan Lengkap dan Transparan
- https://www.instagram.com/p/DQWvNYYArzG/?img_index=1
Jakarta, VIVA Banyuwangi – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya satu personel pemelihara perdamaian Indonesia dan tiga personel lainnya yang terluka saat bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Dilansir dari rilis resmi Kemlu RI, satu personel gugur dan tiga personel terluka setelah serangan artileri tidak langsung mengenai posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr pada tanggal 29 Maret 2026.
Insiden terjadi di tengah laporan saling serang antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan.
Kemlu mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan.
“Indonesia sangat berduka atas kehilangan ini. Kami memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada personel yang gugur atas dedikasi dan pengabdiannya bagi perdamaian dan keamanan internasional. Doa dan simpati kami bersama keluarga yang ditinggalkan, serta mendoakan pemulihan sepenuhnya bagi personel yang terluka,” ungkap Kemlu dari laman resminya.
Sementara itu, Indonesia bekerja sama dengan UNIFIL untuk memastikan repatriasi jenazah dilakukan segera serta memberikan perawatan medis terbaik bagi yang terluka.
Kemlu menyatakan keselamatan dan keamanan personel pemelihara perdamaian PBB harus senantiasa dihormati sepenuhnya, sesuai dengan hukum internasional.
Kemlu mengatakan setiap tindakan yang membahayakan peacekeeper tidak dapat diterima dan mengganggu upaya bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas.
Indonesia kembali mengecam keras serangan Israel di Lebanon selatan dan menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon.
Kemlu RI juga menyerukan penghentian serangan yang membahayakan warga dan infrastruktur sipil, serta kembali pada dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan mewujudkan perdamaian.
Sementara itu, Pemerintah Indonesia juga terus berkoordinasi erat dengan PBB dan otoritas terkait, serta akan terus memantau perkembangan situasi secara seksama.
Dikutip dari Antara News, personel TNI di UNIFIL dilaporkan menjadi korban dalam serangan artileri yang mengenai pos penugasan kontingen Indonesia di Kota Adshit Al-Qusyar di Lebanon selatan, Minggu, 29 Maret 2026 waktu setempat.
Praka Farizal Rhomadhon dipastikan gugur dalam peristiwa tersebut, sementara tiga personel TNI lainnya atas nama Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka-luka.