Kantor PWI Lumajang ‘Diserbu’ TNI, Ternyata Ada Agenda Penting dari Mabes AD
- Achmad Fuad Afdlol/VIVA Banyuwangi
Lumajang, VIVA Banyuwangi –Suasana di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lumajang, Rabu (1/4/2026), mendadak ramai. Sejumlah anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) tampak mendatangi kantor organisasi wartawan tersebut. Kedatangan aparat berseragam loreng itu sempat membuat suasana heboh.
Namun ternyata, “penyerbuan” tersebut bukan operasi militer ataupun penindakan, melainkan kunjungan resmi Tim SDIRPIT dari Pusat Teritorial TNI Angkatan Darat (Pusterad) Mabes TNI AD dalam rangka kegiatan Pembinaan Media Informasi Teritorial tingkat Kodim di wilayah Kodim 0821 Lumajang.
Tim dari Mabes AD dipimpin langsung oleh Ketua Tim Letkol ATM Eko Budi Supriyanto, SE., M.I.P. Kunjungan tersebut juga didampingi oleh Kasdim 0821 Lumajang Mayor Inf Tanuri.
Kedatangan rombongan TNI ini disambut langsung oleh Ketua PWI Kabupaten Lumajang, Mujibul Choir, bersama sejumlah wartawan lokal. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan santai, bahkan para tamu disuguhi kopi sederhana.
“Memang bukan kopi original khas Lumajang, tapi semoga tetap bisa menghangatkan suasana diskusi,” ujar Mujibul Choir sambil berseloroh, yang langsung disambut tawa para hadirin.
Dalam kesempatan itu, Letkol ATM Eko Budi Supriyanto menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari program kerja Pusterad untuk memperkuat hubungan antara TNI dengan insan pers di daerah.
Menurutnya, media memiliki peran sangat penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat luas.
“Program ini merupakan bagian dari pembinaan media informasi teritorial tingkat Kodim. Tujuannya agar hubungan antara TNI dan media bisa terjalin dengan baik, sehingga menghasilkan produk-produk informasi yang benar-benar bermanfaat bagi Kabupaten Lumajang maupun masyarakat Indonesia secara luas,” kata Eko.
Ia menegaskan, tanpa peran media, banyak informasi penting di daerah yang tidak akan sampai kepada masyarakat luas, terutama bagi warga yang berada jauh dari lokasi kejadian.
“Tanpa awak media, suatu daerah tidak akan diketahui informasinya oleh saudara-saudara kita yang berada jauh di sana. Media adalah jembatan informasi,” ujarnya.
Eko juga mengingatkan pentingnya penggunaan media sosial secara bijak di tengah derasnya arus informasi digital.
“Media sosial harus digunakan dengan baik dan bertanggung jawab. Sinergitas antara TNI dan insan pers harus berjalan sejalan di semua sektor dan semua wilayah,” tegasnya.