Thailand: Tiga Jenazah Ditemukan di Kapal Kargo Mayuree Naree yang Diserang di Selat Hormuz
- https://www.instagram.com/p/DVxRZlvj06J/?img_index=2
Thailand, VIVA Banyuwangi – Tiga jenazah telah ditemukan di atas kapal kargo berbendera Thailand, Mayuree Naree, yang diserang bulan Maret 2026 lalu di Selat Hormuz, menurut pemilik kapal dan pihak berwenang Thailand. Para pejabat belum mengkonfirmasi identitas orang-orang yang ditemukan.
Dilaporkan oleh The Nation, Kementerian Luar Negeri Thailand mengatakan bahwa tim pencari menemukan jenazah tersebut selama operasi pemeriksaan kedua yang dilakukan dalam kondisi sulit, termasuk kerusakan akibat kebakaran dan banjir yang meluas di ruang mesin.
“Beberapa jenazah manusia ditemukan di area yang terkena dampak di kapal tersebut,” kata pemilik kapal Precious Shipping, dilansir dari laman Wion.
Ia menambahkan abhwa mereka masih belum dapat menentukan jumlah korban atau identitas mereka, menurut kantor berita AFP.
Perusahaan tersebut telah memberi tahu keluarga dari tiga awak kapal yang dilaporkan hilang setelah serangan tersebut.
Sebelumnya, 20 awak kapal Thailand diselamatkan dan dipulangkan pada pertengahan Maret setelah dievakuasi oleh Angkatan laut Oman. Insiden tersebut terjadi pada 11 Maret 2026 saat kapal tersebut melintasi Selat Hormuz.
Kapal tersebut mengalami kerusakan parah di bagian buritannya, memicu kebakaran besar dan banjir di kompartemen mekaniknya, yang kemudian mempersulit upaya penyelamatan.
Otoritas Thailand menggambarkan pencarian etrsebut dilakukan dalam kondisi yang menantang karena skala kerusakannya. Kementerian Luar Negeri Thailand mengatakan pihaknya merasakan kesedihan atas penemuan tersebut.
Mereka juga sedang berkoordinasi dengan kedutaan besar Thailand, pejabat Iran, dan ahli forensik untuk mengidentifikasi jenazah tersebut.
Wion mengungkapkan serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional. Serangan militer Amerika Serikat-Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026 diikuti oleh tindakan balasan dari Teheran. Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur vital untuk transportasi minyak global.
Garda Revolusi Iran mengklaim pada bulan Maret 2026 bahwa mereka telah menargetkan Mayuree Naree dan sebuah kapal berbendera Liberia karena kapal-kapal tersebut mengabaikan peringatan. Kapal tersebut telah berangkat dari Pelabuhan Khalifa di Uni Emirat Arab dan sedang berlayar tanpa muatan pada saat itu, artinya kapal tersebut tidak membawa kargo.