Perkuat Hubungan Bilateral, Indonesia-Korsel Sepakati Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus
- https://www.instagram.com/p/DWlTj6zFL9l/?img_index=6
Jakarta, VIVA Banyuwangi – Hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan semakin erat setelah kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto ke Seoul pada 31 Maret hingga 1 April 2026 lalu atas undangan Presiden Lee Jae Myung.
Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan mengumumkan penguatan Kemitraan Strategis Khusus menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus untuk mewujudkan pertumbuhan yang inklusif dan kemakmuran bersama kedua negara di masa depan.
“Kedua pemimpin mengumumkan peningkatan Kemitraan Strategis Khusus menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus untuk pertumbuhan inklusif dan kemakmuran bersama di masa depan,” menurut pernyataan bersama Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Republik Korea Selatan Lee Jae Myung.
Pernyataan bersama kedua pemimpin negara itu disampaikan di portal Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI pada Rabu, 8 April 2026, dilansir dari Antara News.
Dalam kunjungan kenegaraan tersebut, Prabowo dan Jae Myung mengumumkan peningkatan Kemitraan Strategis Khusus menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus serta memuji perluasan hubungan bilateral kedua negara di berbagai bidang, termasuk diplomasi dan keamanan, ekonomi, budaya, pertukaran antar masyarakat, serta isu regional dan internasional, sejak terjalinnya hubungan diplomatik pada 1973.
Kedua pemimpin negara itu juga mencatat bahwa kemitraan antara Korsel dan Indonesia telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran regional dan global.
Mereka menegaskan bahwa Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus akan lebih menekankan pada kerja sama konkret dan berorientasi ke masa depan, mencakup bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama, baik yang sudah ada maupun yang baru, demi kepentingan kedua negara serta kawasan lebih luas.
Terkait hal itu, keduanya pun bertekad untuk bekerja sama secara erat pada lima pilar kerja sama yang dicapai guna memajukan visi bersama mereka untuk mewujudkan kemitraan lebih kuat, menguntungkan, dan inovatif; sehingga meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat di kedua negara.
Kelima pilar kerja sama tersebut antara lain kerja sama politik dan keamanan; kerja sama perdagangan, investasi, dan industri; kerja sama teknologi canggih, transisi energi, dan ekonomi hijau; kerja sama sosial budaya dan pertukaran antar masyarakat; serta kerja sama regional dan global.