Negosiasi Buntu, AS Sebut Kesepakatan yang Gagal Lebih Rugikan Iran
- https://www.instagram.com/p/DWbb1GBkQXG/?img_index=1
Amerika Serikat, VIVA Banyuwangi – Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran belum juga menemui titik temu. Negosiasi AS dan Iran yang berlangsung di Pakistan berujung pada kegagalan.
Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance mengungkapkan kegagalan mencapai kesepakatan antara Amerika dan Iran dinilai lebih merugikan Teheran dibandingkan Washington.
“Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan. Dan saya pikir ini merupakan kabar yang jauh lebih buruk bagi Iran dibandingkan bagi Amerika Serikat,” kata Vance kepada wartawan usai perundingan, seperti dilansir dari Antara News.
Vance yang merupakan Ketua Delegasi AS dalam pembicaraan dengan Iran di Islamabad, Pakistan itu juga menyampaikan bahwa Amerika Serikat telah menunjukkan fleksibilitas yang cukup selama proses negosiasi dengan Iran.
Ia menegaskan bahwa Washington telah dengan jelas menyampaikan garis merah serta ruang kompromi dalam perundingan tersebut.
Menurut Vance, Iran memutuskan untuk tidak menerima persyaratan yang diajukan oleh AS.
“Mereka telah memilih untuk tidak menerima syarat kami,” ujarnya kepada wartawan setelah pembicaraan.
Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat tetap berharap Iran berkomitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir dalam jangka panjang.
“Pertanyaannya sederhana, apakah kita melihat komitmen mendasar dari Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, bukan hanya sekarang atau dua tahun ke depan, tetapi untuk jangka panjang? Kami belum melihatnya. Kami berharap akan melihatnya,” kata Vance.
Selain itu, Vance juga menegaskan bahwa tawaran yang diajukan Amerika Serikat dalam perundingan terbaru merupakan tawaran final dan terbaik.
“Kami meninggalkan tempat ini dengan usulan yang sangat sederhana, sebuah metode pemahaman yang merupakan tawaran final dan terbaik kami,” ujarnya di Islamabad usai perundingan.
Ia kembali menekankan bahwa posisi Amerika Serikat telah disampaikan secara jelas dalam negosiasi tersebut.
“Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas apa saja garis merah kami, hal-hal yang dapat kami akomodasi dan yang tidak dapat kami akomodasi, dan kami telah menyampaikannya sejelas mungkin, namun mereka memilih untuk tidak menerima syarat kami,” kata Vance.
Pembicaraan antara Iran dan AS akan diperpanjang satu hari lagi, dengan putaran baru akan dimulai pada Minggu di Islamabad, seperti dilaporkan kantor berita Iran Tasnim.