Hadir Sebagai Solusi, KAI: Seluruh Lokomotif dan Genset Manfaatkan Energi Hijau B40

Lokomotif pada kereta api.
Sumber :
  • https://kai.id/information/full_news/6959-hari-pangan-sedunia-2025-kai-dukung-ketahanan-pangan-lewat-angkutan-pupuk-dan-logistik-hijau

Jakarta, VIVA Banyuwangi – Demi mendukung efisiensi, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Persero menggunakan energi hijau pada semua lokomotif dan genset. Selain itu, PT KAI juga bersiap untuk transisi ke B50 yang kini tengah dalam masa persiapan.

img_title Tarif Rp8.000 Bikin Commuter Line SUPASPRO Laris, KAI Kaji Perpanjangan Rute

PT KAI menyebutkan bahwa seluruh lokomotif dan genset telah menggunakan energi hijau melalui biosolar B40 serta bersiap mengadopsi B50 guna mendukung efisiensi dan keberlanjutan transportasi nasional.

“Seluruh sarana lokomotif dan genset yang dioperasikan KAI telah menggunakan energi terbarukan melalui bahan bakar biosolar B40,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan di Jakarta, Minggu, 12 April 2026.

img_title Intip Uji Beban Jembatan KA BH 374 Bayeman, Gunakan Lokomotif yang Lebih Berat dari Milik KAI

Dilansir dari Antara News, dia menyampaikan pemanfaatan B40 merupakan dukungan KAI terhadap langkah strategis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam menghadirkan energi terbarukan di sektor transportasi.

Melalui penggunaan energi terbarukan ini, lanjut Anne, oeprasional kereta api menghasilkan emisi yang lebih rendah dan memperkuat perannya sebagai solusi logistik serta transportasi yang jauh lebih ramah lingkungan.

img_title Kurangi Penggunaan BBM Fosil, ESDM: B50 Diterapkan Serentak untuk Semua Sektor Mulai 1 Juli

Ia menyampaikan sebagai pengguna teknologi energi hijau, KAI terus menjadi mitra mobilitas yang dapat diandalkan masyarakat.

“Kami mengerti bahwa efisiensi dan biaya perjalanan yang terjangkau adalah hal yang sangat berarti bagi masyarakat. Di tengah kondisi BBM yang semakin terbatas, kereta api hadir sebagai solusi mobilitas yang tetap hemat dan bisa diandalkan,” tutur Anne.

Menurutnya dengan menggunakan B40 hasil inovasi Kementerian ESDM, setiap pelanggan otomatis menjadi bagian dari transformasi besar menuju transisi energi nasional yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“KAI menaruh perhatian besar dan siap mendukung langkah selanjutnya dari Kementerian ESDM, yaitu pengembangan B50,” ucap Anne.

Strategi pemerintah dalam memperbesar pemanfaatan bahan bakar nabati (BBN) merupakan bagian dari strategi besar menuju kemandirian energi nasional serta pencapaian target net zero emission (NZE) 2060.

KAI, tambah Anne, sangat antusias menyambut kehadiran B50 yang nantinya dapat diterapkan pada perkeretaapian. Mengingat keselamatan perjalanan merupakan prioritas utama, seluruh sarana lokomotif dan genset yang akan menggunakan B50 dipastikan melalui rangkaian uji coba teknis terlebih dahulu sebelum resmi melayani pelanggan.

Halaman Selanjutnya
img_title