Inggris Tidak Akan Dukung Blokade AS Terhadap Selat Hormuz
- https://pixabay.com/id/photos/britania-raya-bendera-bahasa-inggris-2405963/
Inggris, VIVA Banyuwangi – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan negaranya tidak akan bergabung dengan blokade Selat Hormuz yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, sebuah langkah yang juga dikritik oleh sekutu AS lainnya.
“Kami tidak mendukung blokade tersebut,” kata Starmer kepada radio BBC pada hari Senin, 13 April 2026, dilansir dari Al Jazeera.
Ia juga menambahkan bahwa Inggris tidak akan terseret ke dalam perang AS-Israel melawan Iran.
Starmer mengatakan sangat penting untuk membuka kembali selat tersebut. Pada masa damai, sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati jalur air strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudera Hindia.
“Menurut saya, sangat penting agar selat ini dibuka sepenuhnya, dan di situlah kami telah mengerahkan semua upaya kami dalam beberapa minggu terakhir, dan kami akan terus melakukannya,” katanya.
Rory Challands dari Al Jazeera, melaporkan dari London, mengatakan Starmer terus “menjaga keseimbangan yang rumit” dengan mengatakan Inggris tidak akan bergabung dalam perang sambil berhati-hati agar tidak melontarkan kritik langsung kepada Trump terkait tindakannya dalam perang tersebut.
Lalu lintas melalui Selat Hormuz telah dibatasi secara ketat sejak awal perang. Iran hanya mengizinkan beberapa kapal yang melayani negara-negara sahabat, seperti Tiongkok, untuk melewatinya.
Starmer menyampaikan pernyataannya saat militer AS mengumumkan akan memblokir semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari Pelabuhan Iran mulai pukul 14.00 GMT. Namun, belum jelas bagaimana militer AS akan menegakkan blokade tersebut.
“Blokade akan diberlakukan secara adil terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan Pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk semua Pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman,” kata Komando Pusat Militer AS.
Pasukan AS tidak akan menghalangi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz menuju dan dari pelabuhan-pelabuhan non-Iran, tambah pernyataan tersebut.
Dalam unggahan panjang di media sosial pada hari Minggu, Trump mengatakan tujuannya adalah untuk membersihkan selat dari ranjau dan membukanya kembali untuk semua pelayaran, dan Iran tidak boleh dibiarkan mengambil keuntungan dari mengendalikan jalur air tersebut.