Skandal Trotoar Desa Bajulmati, Fasilitas Umum Jadi Ladang Bisnis Ilegal!
- Anton Heri Laksana/ VIVA Banyuwangi
Banyuwangi, VIVA Banyuwangi –Informasi adanya dugaan jual beli trotoar di areal Pasar Desa Bajulmati yang digunakan untuk lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) menyeruak ke permukaan. Hal inilah yang membuat PKL merasa aman dan nyaman dalam melakukan transaksinya setiap hari kendati menambah sengkarut areal Pasar Desa Bajulmati.
“Pihak mana saja yang menjual dan membeli, laporannya sudah saya terima. Ini sedang kita dalami kebenarannya dengan mengumpulkan bukti serta saksi pendukung,” ujar Kepala Desa (Kades) Bajulmati Achmad Thoha.
Berdasarkan laporan yang diterima Pemerintah Desa (Pemdes) Bajulmati, harga sewa setiap lapak PKL liar yang berupa trotoar tersebut bervariasi.
Mulai dari harga ratusan ribu rupiah perbulan hingga jutaan rupiah per tahun untuk pemanfaatan fasilitas umum berupa bahu jalan serta trotoar untuk digunakan sebagai lapak dagangan PKL liar.
“Pelakunya itu ada yang pemilik kios ada juga PKL yang telah sewa sebelumnya. Jadi ada pergantian pengelolaan lapak di trotoar itu,” tutur Kades Bajulmati pada VIVA News.
Dalam penjelasannya, kedua pihak yang diduga sebagai pelaku penyewaan tersebut bukanlah pihak yang memiliki wewenang untuk melakukan hal itu.
“Dasar hukum yang digunakan apa kok sampai berani menyewakan trotoar itu? Untuk bangunan kios, itu semua Pemdes yang bangun jadi pengelola kios tidak memiliki kewenangan untuk mengkomersilkan trotoar yang ada di depan kios tersebut,” kata Achmad Thoha.
Sedangkan aksi sewa menyewa trotoar dari PKL yang satu ke PKL yang lainnya juga dianggap sebagai hal yang tidak relevan.
“Itu kan trotoar yang sudah jelas merupakan fasilitas umum, ini malah lebih ngawur lagi. Makanya sekarang kita akan melakukan penertiban semuanya,” jelas Kades Achmad.
Aksi sewa menyewa trotoar di areal Pasar Desa Bajulmati mendapatkan perhatian penuh dari Camat Wongsorejo, Mohammad Mahfud yang berharap hal ini segera dihentikan.
“Disinilah kita mengetahui mengapa para PKL liar tersebut merasa nyaman dan aman. Karena mereka merasa sudah bayar, jadi ada sebuah rasa memiliki,” jentreh Camat Wongsorejo, Mohammad Mahfud.
Aktifitas pasar Desa Bajulmati sudah berlangsung sejak dini hari hingga menjelang siang hari dan selalu dipenuhi oleh lapak-lapak PKL liar.