Indonesia Berencana Beli Minyak Rusia, Pertamina Bakal Tindak Lanjut Sesuai Arahan

Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Sumber :
  • https://www.instagram.com/p/DXE7kqNFFPq/?img_index=1

Jakarta, VIVA Banyuwangi – Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia bertujuan untuk mengamankan pasokan minyak di tengah dinamika global yang bergejolak.

img_title Setelah Donald Trump, Kini Xi Jinping Sambut Vladimir Putin di Beijing

Setelah kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia, tersiar kabar bahwa Indonesia berencana untuk membeli minyak dari Rusia.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyampaikan PT Pertamina (Persero) akan menindaklanjuti sesuai arahan dan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah terkait rencana Indonesia membeli minyak dari Rusia.

img_title Putin Yakini Konflik Ukraina Akan Segera Berakhir, Siap Bertemu Presiden Zelenskyy

“Saat ini, penjajakan masih di level pemerintah. Sebagai BUMN yang mengelola energi nasional, Pertamina akan menindaklanjuti sesuai arahan dan regulasi yang ditetapkan,” ujar Baron kepada ANTARA dari Jakarta, Selasa, 14 April 2026.

Dilansir dari Antara News, Baron menyampaikan bahwa pada dasarnya Pertamina terbuka terhadap berbagai peluang kerja sama untuk memastikan ketahanan dan keberlanjutan pasokan energi nasional.

img_title Menteri ESDM: RI Kembangkan CNG untuk Alternatif Pengganti LPG 3 Kg

Dalam menyikapi peluang kerja sama tersebut, Baron mengatakan Pertamina tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, kepatuhan, serta aspek komersial dan operasional.

Terkait dengan kecocokan spesifikasi minyak mentah atau crude dari Rusia untuk diolah di kilang minyak Pertamina, Baron menyampaikan akan mempelajari lebih lanjut.

“Kami akan pelajari atas jenis crude (minyak mentah) tersebut. Dengan modernisasi kilang, ke depan diharapkan kilang Pertamina memiliki fleksibilitas untuk mengolah beberapa jenis crude,” ucap Baron.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pertemuan antara Presiden Prabowo dengan Presiden Rusia Vladimir Putin membahas kerja sama secara konkret dan berorientasi pada kepentingan nasional.

Berdasarkan keterangan resminya yang dikonfirmasi dari Jakarta pada Selasa, 14 April 2026, kerja sama tersebut mencakup pengembangan kilang minyak, penguatan perdagangan minyak, serta peningkatan pemanfaatan teknologi energi.

“Dalam jangka panjang, Indonesia turut membuka peluang kolaborasi di sektor energi bersih. Sebagai upaya yang diarahkan untuk mendukung diversifikasi energi,” ujar Bahlil.

Gejolak pasar energi global yang masih mengalami tekanan turut memberi dampak pada stabilitas pasokan energi di banyak negara, termasuk Indonesia.

Untuk menjaga ketahanan pasokan energi nasional, pemerintah Indonesia terus mencari langkah-langkah strategis, salah satunya melalui penjajakan kerja sama dengan Rusia sebagai salah satu negara produsen energi dunia.