Trump Unggah Gambar Mirip Yesus Dianggap Candaan, Vance: Banyak Orang Tak Paham Leluconnya
- https://www.instagram.com/p/DWHPX2OlEAG/?img_index=3
Amerika Serikat, VIVA Banyuwangi – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyulut amarah netizen di tengah dinamika global yang bergejolak. Hal itu bermula ketika Trump mengunggah foto dirinya mirip Yesus Kristus di media sosial.
Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan unggahan kontroversial Trump yang menggambarkan dirinya sebagai Yesus Kristus hanyalah candaan.
“Menurut saya, presiden mengunggah sebuah candaan, dan tentu saja ia menghapusnya karena menyadari banyak orang tak memahami leluconnya,” kata Vance dalam wawancara dengan Fox News, Senin, 13 April 2026.
Ia menambahkan Trump kerap berkreasi di media sosial dan berkomunikasi langsung dengan publik.
“Saya justru melihat itu sebagai hal yang baik dari presiden, yaitu ia tidak disaring. Ia tidak menyatakan semua hal melalui ahli komunikasi. Ia benar-benar mengjangkau masyarakat secara langsung,” ujar Vance.
Trump pada Senin menghapus unggahan tersebut dari platform media sosial miliknya, Truth Social, yang memuat gambar hasil kecerdasan buatan.
Tindakan Trump itu muncul di tengah perselisihannya dengan Paus Leo XIV sejak AS dan Israel menyerang Iran pada akhir Februari.
Meski demikian, Trump membela unggahannya itu.
"Saya memang mengunggahnya, dan dalam pandangan saya, itu menggambarkan saya sebagai dokter dan berkaitan dengan Palang Merah — ada petugas Palang Merah di sana yang kami dukung. Hanya media penyebar berita palsu yang bisa memelintir hal semacam itu," katanya.
Vance juga menyebut adanya perbedaan pandangan dengan Vatikan.
"Kami menghormati Paus dan memiliki hubungan baik dengan Vatikan, tetapi perbedaan pendapat dalam isu substansial adalah hal yang wajar," katanya.
Ia menambahkan Vatikan sebaiknya fokus pada isu moral dan urusan internal Gereja Katolik.
"Sedangkan Presiden Amerika Serikat menjalankan kebijakan publik," katanya.
Sebelumnya di platform Truth Social, Trump mengatakan ia tak menginginkan “seorang Paus yang menganggap Iran boleh memiliki senjata nuklir”.
Trump menyebut Paus asal Amerika itu “lemah dalam menyikapi kejahatan dan kebijakan luar negerinya buruk”.
Presiden AS itu juga menilai Leo terpilih sebagai Paus “karena ia orang Amerika” dan itu dianggap cara terbaik untuk berurusan dengannya.