AS Gemborkan Blokade, Iran Pamer Kapal Tankernya Lolos Lintasi Selat Hormuz
- https://pixabay.com/id/photos/mengirimkan-kapal-barang-truk-tangki-5562741/
Iran, VIVA Banyuwangi – Ancaman blokade oleh Amerika Serikat nampaknya tidak berpengaruh terhadap Iran untuk mengirimkan kapal tankernya ke perairan Selat Hormuz. Iran sesumbar bahwa kapal tanker milik negaranya dapat berlayar melewati jalur laut tersebut.
Sebuah kapal tanker raksasa Iran yang mengangkut minyak mentah diklaim telah memasuki perairan negara itu setelah melintasi Selat Hormuz meski ada ancaman blokade dari Amerika Serikat.
Kantor berita Fars melaporkan pada Rabu, 14 April 2026, bahwa supertanker yang mampu mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah itu berlayar melalui perairan internasional dan Selat Hormuz dengan sistem pelacakan tetap aktif tanpa upaya penyamaran.
Dilansir dari Antara News, belum ada komentar dari otoritas AS terkait laporan tersebut.
Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pasukan AS telah "sepenuhnya menghentikan" perdagangan maritim menuju dan dari Iran.
CENTCOM mengatakan blokade tersebut diberlakukan terhadap semua kapal dari negara mana pun yang melintas di Teluk Persia dan Teluk Oman.
Namun, Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper mengatakan bahwa pasukan AS "tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz menuju dan dari pelabuhan non-Iran."
AS melakukan blokade setelah negosiasi langsung AS-Iran di Pakistan akhir pekan lalu gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang yang meletus sejak 28 Februari.
Iran rupanya tidak berdiam diri menjawab ancaman AS yang berencana memblokade Selat Hormuz. Iran berencana memberlakukan aturan khusus lalu lintas kapal di Selat Hormuz, kata juru bicara pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani kepada RIA Novosti, Rabu, 15 April 2026.
“Selat Hormuz adalah aset strategis negara kami. Seperti halnya aset yang digunakan sebagai alat tawar dalam hubungan dengan negara lain, perlu dibuat aturan khusus,” kata Mohajerani.
Ia menegaskan Iran akan menggunakan semua cara yang diperlukan agar kepentingan nasionalnya terkait kedaulatan atas Selat Hormuz dihormati.
Pada 11 April, Iran dan Amerika Serikat memulai perundingan di Islamabad, Pakistan, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan.
Sehari kemudian, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan kedua pihak gagal mencapai kesepakatan dan delegasi AS kembali tanpa hasil.