Bantah Minyakita Langka di Pasaran, Mendag Pastikan Pasokan Minyak Goreng Aman
- https://www.instagram.com/p/DXGasGbGJ-Y/?img_index=4
Jakarta, VIVA Banyuwangi – Minyak goreng menjadi salah satu kebutuhan masyarakat Indonesia. Minyak goreng rakyat merek Minyakita kini tengah menjadi sorotan publik setelah keberadannya yang dinilai langka.
Di sisi lain, Minyakita juga dianggap sebagai indicator tunggal harga minyak goreng di Indonesia.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso membantah minyak goreng rakyat merek Minyakita mulai langka di pasaran.
Di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Kamis, 16 April 2026, Budi menjelaskan Minyakita sejak awal merupakan instrumen intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga minyak goreng domestik. Program tersebut muncul ketika harga crude palm oil (CPO) dunia melonjak sehingga produsen lebih memilih ekspor dan pasokan dalam negeri sempat menipis.
Melalui kebijakan Domestic Market Obligation (DMO), para produsen wajib menyediakan Minyakita jika ingin ekspor. Saat ekspor menurun, volume Minyakita yang beredar juga ikut menyesuaikan.
"Jumlah Minyakita memang tergantung pada volume ekspor. Jika ekspor sedikit, maka pasokan DMO juga menyesuaikan. Padahal stok minyak merek lain di pasar sebenarnya masih banyak dan harganya standar," kata Budi, seperti dilansir dari Antara News.
Menurut Budi, persoalan yang terjadi saat ini adalah munculnya persepsi bahwa kenaikan harga atau berkurangnya stok Minyakita otomatis berarti minyak goreng langka secara umum.
Minyakita pun dianggap sebagai satu-satunya indikator terhadap naik turunnya harga minyak goreng baik minyak goreng jenis premium maupun curah.
"Minyakita menjadi indikator tunggal harga minyak goreng. Jika Minyakita harganya naik sedikit atau jumlahnya terbatas, narasinya langsung minyak goreng mahal atau langka. Padahal stok minyak merek lain di pasar sebenarnya masih banyak dan harganya standar," terangnya.
Meski demikian, Budi memastikan pasokan minyak goreng nasional secara keseluruhan tetap aman.
Kementerian Perdagangan (Kemendag), lanjutnya, terus melakukan pemantauan langsung ke pasar-pasar tradisional guna memastikan distribusi minyak goreng berjalan normal dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
"Nggak ada (langka), cek aja di lapangan. Ya mungkin Minyakitanya, cuma minyak yang lain banyak yang sebanding dengan minyak kita juga banyak. Jadi cek aja deh banyak, kita sering ke pasar," imbuh Budi.