Gencatan Senjata Berlaku, Warga Lebanon Pulang ke Negaranya tapi Takut untuk Tinggal

Warga Lebanon mendapatkan bantuan dari para penjaga perdamaian UNIFIL PBB.
Sumber :
  • https://www.instagram.com/p/DPRI0RDCNY4/?img_index=4

Lebanon, VIVA Banyuwangi – Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon telah menyepakati 10 hari gencatan senjata mulai Kamis (16/4) pukul 21.00 GMT atau Jumat, 17 April 2026, pukul 02.00 WIB, menyusul perundingan di Washington.

img_title Xi Jinping Temui Putin Usai Trump, China dan Rusia Kompak Serang Kebijakan AS

“Saya baru saja melakukan percakapan yang sangat baik dengan yang terhormat Presiden Joseph Aoun dari Lebanon dan perdana menteri Bibi (Benjamin) Netanyahu dari Israel,” kata Trump dalam sebuah pernyataan.

Menurut Trump, kesepakatan gencatan senjata itu dimaksudkan untuk mencapai perdamaian di antara kedua negara.

img_title Trump Geram Atas Tanggapan Iran untuk Tawaran Damai: Saya Tidak Suka

Kesepakatan gencatan senjata tercapai setelah delegasi Lebanon dan Israel, dengan mediasi AS, melaksanakan pembicaraan di Washington pada Selasa, 14 April 2026.

Kelompok pejuang Lebanon, Hizbullah, tidak hadir dalam pertemuan karena menolak langkah tersebut.

img_title Belum Temui Titik Terang, AS Tunggu Jawaban hingga Iran Ancam Serang Balik Blokade

Setelah kabar gencatan senjata tersebut tersebar, warga Lebanon pun berbondong-bondong kembali ke tanah airnya.

Diberitakan Reuters, warga yang mengungsi akibat perang di Lebanon mulai kembali ke rumah mereka pada hari Jumat. Para warga datang untuk memeriksa apakah rumah mereka masih berdiri, meskipun beberpapa tidak berencana untuk tinggal karena khawatir gencatan senjata 10 hari dalam konflik antara Hizbullah dan Israel bisa jadi rapuh.

Gundukan puing menandai tempat di mana bangunan-bangunan pernah berdiri di penggiran selatan Beirut yang dikuasai Hizbullah, sebuah daerah yang dihantam Israel selama lebih dari enam minggu konflik yang bermula dari perang AS dan Iran.

Di Qasmiyeh, Lebanon selatan, mobil-mobil melintas di jembatan darurat di atas Sungai Litani, yang didirikan secara tergesa-gesa setelah gencatan senjata mulai berlaku pada tengah malam waktu setempat.

Israel menghancurkan semua jembatan di atas Sungai Litani selama perang dan meledakkan jembatan di Qasmiyeh pada hari Kamis.

“Saya memeriksa rumah saya dan alhamdullilah bangunannya masih berdiri,” kata Ali Hamza, yang baru saja mengunjungi rumahnya di pinggiran selatan yang dikenal sebagai Dahiyeh.

“Orang-orang takut untuk datang dan tinggal, dan mustahil untuk hidup dalam keadaan seperti ini, dan dengan bau-bau ini. Kembali sepenuhnya sulit dilakukan sekarang, terlepas dari kesulitan akibat pengungsian,” tambahnya.

Pemerintah Lebanon telah berselisih dengan Hizbullah atas keputusannya untuk memasuki perang dan telah berupaya untuk melakukan pelucutan senjata secara damai selama setahun.

Halaman Selanjutnya
img_title