Bawa Inovasi 'EDUMORA', Mahasiswa Untag Banyuwangi Borong Penghargaan di IYIS 2026 Malaysia-Singapura
- VIVA Banyuwangi
Banyuwangi, VIVA Banyuwangi – Prestasi membanggakan di kancah internasional kembali ditorehkan oleh mahasiswa Indonesia. Mohamad Fahat Saputra, berhasil mengharumkan nama almamaternya dalam ajang bergengsi International Youth Innovation Summit (IYIS) Chapter Malaysia & Singapore 2026, yang diselenggarakan pada 7 sampai 10 April 2026 lalu.
Dalam program tersebut, Fahat tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga berhasil membawa pulang tiga penghargaan sekaligus, The Most Favorite Delegate, 2nd Best Video Innovation, dan Best Team.
"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan bangga bisa membawa pulang tiga penghargaan di ajang internasional ini. Pencapaian ini tentu tidak lepas dari doa orang tua, dukungan pihak kampus, serta kerja keras bersama teman-teman tim selama di sana," ungkap Fahat.
Keberhasilan Fahat di kancah global ini bukanlah sebuah pencapaian instan. Mahasiswa ini memiliki rekam jejak yang panjang di kampus.
Fahat tercatat pernah menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari Ketua BEM FKIP (2024–2025), Ketua Komisariat DPK FKIP GMNI Untag 45 Banyuwangi (2025–2026), hingga dipercaya sebagai Sekretaris Umum BEM Untag Banyuwangi (2025–2026). Tak hanya di ranah eksekutif mahasiswa, ia juga mengasah keterampilannya di berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seperti Pramuka, Multimedia, Pilar Bangsa, dan Teater Bhinneka 45.
"Pengalaman memimpin dan berproses di berbagai organisasi kampus itulah yang membentuk mental, keberanian, dan cara berpikir kritis saya untuk berani bersaing di tingkat internasional," tambahnya.
Perjalanan menuju IYIS 2026 menuntut dedikasi yang tinggi. Fahat memulai langkahnya pada 23 Januari 2026 dengan mengikuti seleksi administrasi. Setelah dinyatakan lolos pada 26 Januari, ia harus menghadapi seleksi tahap kedua yang jauh lebih menantang.
Pada tahap tersebut, Fahat diuji mengenai Wawasan Kebangsaan (Indonesia, Malaysia, Singapura), pemahaman tentang Sustainable Development Goals (SDGs), hingga kemampuan menulis esai dan mempresentasikan ide inovasi digital. Kerja kerasnya terbayar lunas ketika pengumuman final pada 14 Februari 2026 menyatakan dirinya resmi terpilih sebagai delegasi.
Selama pelaksanaan IYIS di Malaysia dan Singapura, Fahat mengikuti rangkaian agenda, mulai dari kunjungan edukatif, diskusi panel, hingga networking lintas negara.
Puncak penampilannya adalah ketika ia mempresentasikan inovasi berbasis SDGs yang ia beri nama EDUMORA.