IRGC Tegaskan Selat Hormuz Kembali di Bawah Kendali Militer
- https://www.aljazeera.com/news/2026/4/14/how-many-ships-have-passed-the-strait-of-hormuz-and-how-many-were-attacked
Iran, VIVA Banyuwangi – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan Selat Hormuz kembali berada dalam kondisi seperti sebelumnya, di bawah kendali penuh angkatan bersenjata, merujuk pada blokade Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan Iran yang masih terus berlangsung.
Dalam pernyataan pada Sabtu, 18 April 2026, komando gabungan IRGC menegaskan bahwa jalur perairan strategis tersebut berada di bawah pengelolaan dan pengawasan ketat militer Iran, sebagaimana dilaporkan kantor berita Tasnim.
Dilansir dari Anadolu, IRGC menyatakan situasi di Selat Hormuz akan tetap berada di bawah kontrol ketat selama Amerika Serikat belum sepenuhnya memulihkan kebebasan pergerakan kapal yang menuju dan keluar dari Iran.
Pernyataan tersebut muncul sehari setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa selat itu “sepenuhnya terbuka” bagi seluruh kapal komersial.
Araghchi menyebut keputusan tersebut diambil sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, melalui pernyataan di platform media sosial X.
Pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran.
Serangan militer tersebut kemudian dibalas Teheran dengan serangan ke Israel dan sejumlah negara kawasan yang menjadi lokasi aset Amerika Serikat.
Konflik tersebut saat ini memasuki masa jeda sejak 8 April 2026 setelah Pakistan memediasi gencatan senjata selama dua pekan.
Amerika Serikat dan Iran juga telah menggelar pembicaraan di Pakistan pada akhir pekan lalu guna mendorong tercapainya perdamaian jangka panjang, sementara upaya untuk mengadakan pertemuan lanjutan di Islamabad masih berlangsung.
Kabar terbaru dari Al Jazeera pada Sabtu, 18 April 2026, menyebut bahwa Iran kembali menutup Selat Hormuz karena blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhannya.
Iran menyatakan telah menutup kembali Selat Hormuz dan menyebut keputusan itu sebagai tanggapan terhadap blokade berkelanjutan terhadap pelabuhan-pelabuhannya oleh AS.
Militer Iran mengatakan kendali atas jalur air strategis tersebut, yang dilalui oleh 20 persen minyak global, telah kembali ke keadaan semula.
Laporan menyebutkan bahwa kapal-kapal perang Iran menembaki sebuah kapal dagang saat kapal tersebut mencoba menyeberang.
Penutupan Selat Hormuz itu terjadi beberapa jam setelah dibuka kembali, dengan lebih dari selusin kapal komersial melewati jalur air tersebut, setelah kesepakatan gencatan senjata 10 hari yang dimediasi AS tercapai antara Israel dan Lebanon.