Pemerintah Indonesia Turut Berbelasungkawa Atas Gugurnya Anggota UNIFIL Prancis
- https://www.instagram.com/p/DScxA3Qgods/?img_index=1
Jakarta, VIVA Banyuwangi – Pemerintah Indonesia menyampaikan belasungkawa kepada Prancis atas gugurnya peacekeepers atau anggota pasukan penjaga perdamaian di Lebanon (UNIFIL) dalam insiden yang terjadi pada 18 April 2026. Indonesia juga bersimpati terhadap beberapa anggota lainnya yang mengalami luka-luka dalam insiden yang sama.
Dilansir dari pernyataan yang diterbitkan melalui situs resmi, Kementerian Luar Negeri RI mengatakan serangan yang terjadi di tengah gencatan senjata selama 10 hari merupakan hal yang tidak dapat diterima.
“Seluruh pihak harus menahan diri, menghormati kedaulatan negara dan menjunjung tinggi hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional,” jelas Kemlu dalam pernyatannya.
Kemlu juga menegaskan bahwa negosiasi yang tengah berlangsung dan gencatan senjata harus dihormati sepenuhnya serta tidak dilanggar dengan tindakan kekerasan.
Tindakan kekerasan tersebut, lanjut Kemlu, akan berisiko memperburuk eskalasi dan membahayakan keselamatan personel di lapangan.
“Indonesia terus menyampaikan kekhawatirannya dengan adanya serangan terus menerus terhadap UNIFIL. Pasukan pemeliara keamanan tidak boleh menjadi sasaran serangan; aksi tersebut dapat dianggap sebagai kejahatan perang,” kata Kemlu.
Indonesia juga menyatakan solidaritas bersama Prancis dan negara-negara kontributor pasukan lainnya.
Indonesia kembali menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat pelindungan bagi pasukan perdamaian PBB, sebagaimana tercermin dalam Pernyataan Bersama tentang Keselamatan dan Keamanan Personel PP pada 9 April 2026.
Pada Sabtu, 18 April 2026, kantor berita Turki Anadolu melaporkan Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan seraong tantara Prancis gugur dan tiga lainnya terluka dalam serangan di Lebanon selatan yang menargetkan UNIFIL.
Dikutip dari Antara News, Macron mengatakan Prancis menuntut otoritas Lebanon segera menangkap pihak yang bertanggung jawab dan bekerja sama dengan UNIFIL.
Sebagaimana diketahui, Indonesia telah kehilangan tiga personel UNIFIL pada 29 dan 30 Maret 2026 di Lebanon selatan.
Selain itu, delapan prajurit TNI juga tercatat mengalami luka saat menjalankan tugas sebagai penjaga perdamaian PBB di Lebanon.
Atas peristiwa tersebut, Indonesia juga telah meminta Dewan Perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk mengusut seluruh insiden terhadap UNIFIL, menurut Kemlu RI pada 4 April 2026.