Tumpahan Oli Aktivitas Industri di Probolinggo, Penanganan 8 Hari Capai 90 Persen
- Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi
Probolinggo, VIVA Banyuwangi – Sebuah video beredar di media sosial yang memperlihatkan saluran irigasi di wilayah Wiraborang, Kota Probolinggo, tercemar cairan diduga oli. Dalam video tersebut, aliran air tampak berubah warna dan diduga terkontaminasi limbah minyak dari aktivitas industri.
Setelah dilakukan penelusuran di lapangan, sumber tumpahan diketahui berasal dari perusahaan PT. Berdikari Jaya Bersama (BJB). Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 11 April 2026, saat terjadi kebocoran dalam proses transfer oli di area perusahaan hingga cairan meluber ke saluran irigasi.
“Dari hari Sabtu itu sudah langsung kami tangani,” ujar Manager PT. BJB, Darwin, minggu 19 April 2026.
Pembersihan sampah di saluran irigasi
- Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi
Mengetahui kejadian tersebut, perusahaan segera melakukan langkah penanganan darurat pada hari yang sama dengan mengerahkan truk untuk membantu proses pembersihan di lokasi.
Penanganan dilanjutkan secara berkelanjutan dengan sistem kerja tiga shift selama 24 jam. Selain itu, perusahaan juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait di wilayah setempat.
“Empat truk langsung kami kerahkan saat kejadian, semuanya dari internal perusahaan. Kami langsung berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pemerintah kelurahan, RT/RW, serta unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas,” tambahnya.
Dalam upaya pengendalian di lapangan, dipasang sekat penahan aliran atau glans sebanyak empat unit untuk membatasi pergerakan cairan di saluran irigasi.
“Ditutup pakai glans, dibantu juga dengan Babinkamtibmas, total empat unit untuk menahan air yang meluber,” jelasnya.
Perusahaan juga menyebut kondisi lahan persawahan di sekitar lokasi berada lebih tinggi dibandingkan saluran irigasi, sehingga tidak terdampak langsung aliran yang tercemar.
“Justru air dari sawah yang keluar ke saluran, bukan sebaliknya,” lanjut Darwin.
Hingga delapan hari setelah kejadian, progres penanganan disebut telah mencapai sekitar 90 persen dan ditargetkan segera tuntas.
Hal terserbut dikonfirmasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kepala Dinas Lingkungan Hidup menjelaskan sejumlah langkah yang telah dilakukan di lokasi, mulai dari penutupan pintu air hingga pembersihan tumpahan minyak di saluran irigasi.
Dilakukan juga upaya penambahan serbuk pasir di beberapa titik untuk membantu proses penyerapan oli di permukaan air, serta menggunakan cairan dispersan untuk mempercepat penguraian minyak.