Kawat Berduri Halangi Anak-anak Masuk Sekolah, Warga Palestina Gelar Sekolah Kebebasan

Anak-anak Palestina angkat papan tanda selama protes akses jalan ke sekolah ditutup kawat berduri.
Sumber :
  • https://www.aljazeera.com/news/2026/4/20/as-barbed-wire-blocks-kids-from-class-palestinians-stage-freedom-school

Palestina, VIVA Banyuwangi – Konflik Timur Tengah antara Israel dan Palestina membawa banyak dampak pada sektor kehidupan warga di Tepi Barat. Salah satunya, anak-anak warga Palestina kesulitan bersekolah karena jalan yang biasa mereka dilewati ditutup oleh tentara Israel.

img_title Kapal Angkatan Laut Israel Kepung Flotilla Sumud Global di Perairan Internasional

Anak-anak dari Umm al-Khair di Tepi Barat yang diduduki melakukan protes setelah para pemukim mendirikan pagar yang menghalangi akses ke sekolah.

Dilansir dari Al Jazeera, seorang anak berusia lima tahun bernama Masa Hathaleen yang baru cukup umur untuk mengucapkan kalimat lengkap dengan suara kecil dan bergetar, berdiri di depan pagar kawat berduri yang menghalangi jalannya ke sekolah.

img_title Trump Geram Atas Tanggapan Iran untuk Tawaran Damai: Saya Tidak Suka

“Saya Masa. Tolong bukakan jalan untuk kami. Kami ingin pergi ke sekolah. Kami tidak melakukan kesalahan apa pun. Kami hanya membawa buku-buku kami. Kami mencintai sekolah kami,” katanya.

Masa merupakan salah satu dari puluhan anak-anak, dengan tas buku di tangan, yang berries pada Minggu pagi menuju pagar yang kini menghalangi jalan yang telah digunakan anak-anak dari komunitas Badui Umm al-Khair selama beberapa dekade untuk mencapai sekolah mereka di Tepi Barat yang diduduki Israel.

img_title Belum Temui Titik Terang, AS Tunggu Jawaban hingga Iran Ancam Serang Balik Blokade

Anak-anak itu mengangkat poster, menyanyikan lagu, dan meneriakkan dalam bahasa Inggris kepada para tentara yang menyaksikan dari sisi lain: “Buka jalannya!”

Selama lebih dari 40 hari selama perang AS-Israel di Iran, sekolah-sekolah Palestina di daerah tersebut ditutup.

Pekan lalu, ketika gencatan senjata memungkinkan sekolah-sekolah Palestina di Tepi Barat untuk dibuka kembali, meskipun hanya tiga hari dalam seminggu. Namun anak-anak di Umm Al-Khair mendapati pagar menghalangi jalan menuju sekolah mereka yang berjarak satu kilometer atau 0,6 mil.

Ketika anak-anak mencoba melewati pagar, tentara meluncurkan gas air mata dan granat suara kea rah anak-anak yang berusia semuda lima tahun.

“Situasinya sangat mencekam,” kata Khalil Hathaleen, kepala dewan desa Umm al-Khair, yang anak-anaknya termasuk di antara mereka yang bersekolah di sana.

“Sampai sekarang, beberapa anak belum kembali ke lokasi tersebut karena takut. Mereka tidak bisa tidur,” tambahnya.

Rekaman kamera keamanan yang diambil oleh anggota komunitas menunjukkan para pemukim datang pada malam hari untuk mendirikan pagar kawat berduri.

Halaman Selanjutnya
img_title