Indonesia Kembali Berduka, Prajurit TNI Gugur Usai Alami Luka Serius Dalam Serangan di Lebanon

Upacara pelepasan dan penghormatan jenazah ketiga personel penjaga perdamaian Indonesia di Lebanon.
Sumber :
  • https://kemlu.go.id/berita/indonesia-pastikan-proses-pemulangan-tiga-peacekeepers-dari-lebanon?type=publication

Jakarta, VIVA Banyuwangi – Indonesia kembali kehilangan salah satu prajurit TNI terbaiknya yang tergabung sebagai penjaga perdamaian UNIFIL di Lebanon. Seorang prajurit TNI kembali gugur akibat serangan yang terjadi di wilayah konflik tersebut.

img_title Trump Geram Atas Tanggapan Iran untuk Tawaran Damai: Saya Tidak Suka

Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) mengumumkan gugurnya Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia, personel TNI yang menderita luka serius akibat serangan di Lebanon selatan pada akhir Maret lalu.

Dalam pernyataan tertulisnya di platform X, UNIFIL menyampaikan Praka Rico (31), wafat usai dirawat selama hampir sebulan di satu rumah sakit di Beirut karena luka parahnya itu.

img_title Belum Temui Titik Terang, AS Tunggu Jawaban hingga Iran Ancam Serang Balik Blokade

“UNIFIL prihatin atas wafatnya Praka Rico Pramudia, yang terluka parah akibat sebuah ledakan proyektil di markasnya di Adchit Al Qusayr pada 29 Maret malam,” kata UNIFIL dalam pernyataannya di platform X, dipantau di Jakarta, Jumat, 24 April 2026.

Dilansir dari Antara News, pasukan PBB tersebut menyampaikan duka cita yang mendalam terhadap keluarga dan rekan-rekan Praka Rico.

img_title Beda dengan COVID-19, Hantavirus di Kapal Pesiar Diperkirakan Tidak Berkembang Epidemi Besar

Ungkapan belasungkawa juga disampaikan UNIFIL kepada pemerintah dan rakyat Republik Indonesia, serta khususnya kepada TNI Angkatan Darat yang menaungi Praka Rico.

Menyusul gugurnya personel UNIFIL yang kesekian kali ini, pasukan PBB tersebut menuntut semua pihak agar melaksanakan kewajiban terhadap hukum internasional, salah satunya dengan memastikan keamanan dan keselamatan personel maupun properti PBB setiap saat.

“Serangan yang disengaja terhadap personel penjaga perdamaian adalah pelanggaran berat terhadap hukum kemanusiaan internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, dan kemungkinan juga merupakan kejahatan perang,” demikian pernyataan UNIFIL.

Dengan wafatnya Praka Rico, Indonesia sudah kehilangan empat prajurit TNI saat bertugas bersama UNIFIL di Lebanon selatan dalam sebulan terakhir.

Sebelumnya, adapun prajurit TNI yang gugur adalah Praka Farizal Rhomadhon yang wafat akibat serangan artileri pada 29 Maret 2026 dalam peristiwa yang sama yang awalnya mengakibatkan Praka Rico terluka.

Kemudian pada 30 Maret 2026, dua personel TNI, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan, gugur saat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang.

Rangkaian serangan yang terjadi pada 29-30 Maret dan 3 April 2026 tersebut juga menyebabkan 7 tentara TNI terluka, di luar Praka Rico yang baru wafat usai dirawat.

Halaman Selanjutnya
img_title