Heboh Sungai Emas di Desa Watukebo: Warga Berbondong-bondong Serbu Sungai

Pendulang emas tradisional di sungai besar Desa Watukebo, Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur
Sumber :
  • Anton Heri Laksana/ VIVA Banyuwangi

Banyuwangi, VIVA Banyuwangi –Sebuah kegiatan yang menarik perhatian warga kini terjadi di sebuah aliran sungai besar di Desa Watukebo dalam sebulan terakhir. Kegiatan tersebut berupa pendulangan emas secara tradisional pasca beredarnya sebuah informasi telah ditemukan bijih emas oleh seorang warga sekitar. 

img_title Perluas Akses Pendidikan, Banyuwangi Buka Beasiswa B-Pro Tahun Akademik 2026/2027

Sejumlah warga ini langsung mengumpulkan pasir yang dari dasar sungai dengan mengunakan alat seadanya di kawasan sungai besar, Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Sabtu, 25 April 2026. 

Mereka kedapatan sedang mendulang emas di kawasan ini sejak sebulan terakhir bersama beberapa rekan serta keluarganya. 

img_title Bupati Ipuk Minta Seluruh ASN Banyuwangi Proaktif Respons Keluhan Warga

Di lokasi ini sempat beredar kabar pernah ditemukan bijih emas secara tidak sengaja dan memiliki nilai jual mencapai Rp 7.000.000,- (Tujuh juta rupiah). 

“Katanya ada yang pernah dapat, emasnya sudah berbentuk emas dan bukan berbentuk pasir. Saya tidak tahu nama pastinya tapi orang-orang bilang kalau penemunya orang sini (Desa Watukebo),” ujar seorang pendulang emas, Syaiful. 

img_title Gerakan Stop Putus Sekolah, Bupati Ipuk Beri Tugas Khusus 42 Kepsek SMP

Selain mengeruk pasir dari dasar sungai dengan alat seadanya, sejumlah pendulang juga melakukan penyelaman dengan hanya berbekal kaca mata renang. 

“Siapa tahu terlihat emas di dasar sungai, makanya saya coba-coba melakukan penyelaman. Namanya juga orang berusaha cari rejeki,” tutur pendulang emas lainnya, Mamat. 

Bukan hanya satu atau dua orang, setiap hari sedikitnya sepuluh hingga dua puluh orang pendulang emas tradisional yang melakukan aktifitasnya sejak pagi hingga menjelang sore hari. 

Mereka tidak berkumpul dalam satu titik namun menyebar di sepanjang aliran sungai besar yang berada di kawasan Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Banyuwangi Utara tersebut. 

“Kalau saya saya teman saya ini biasanya berada disisi barat tapi ada juga yang berada di sisi timur atau di sisi selatan. Pokoknya dimana saja yang kami yakini ada emasnya,” kata seorang pendulang yang mengaku bernama Marto. 

Lokasi pendulangan emas secara tradisonal ini sudah dilakukan sejak sebulan terakhir dan semakin marak dalam sepekan ini. 

Bukan hanya warga sekitar, sejumlah pendulang emas tradisional ini juga berasal dari desa lain di wilayah Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. 

Halaman Selanjutnya
img_title