Mengendus Aroma Komersialisasi di Balik Kedok Limbah Kayu Tak Layak Dari Wongsorejo
- Anton Heri Laksana/ VIVA Banyuwangi
Banyuwangi, VIVA Banyuwangi –Pengerjaan perempelan dahan dan ranting pohon dalam rangka antisipasi pohon tumbang akibat angin kencang di wilayah Kecamatan Wongsorejo ternyata memunculkan tanda tanya terkait tujuan akhir dari limbah dahan dan ranting hasil perempelan tersebut.
Sejumlah pekerja ini terus menaikan ke bak truk colt diesel beberapa ranting dan dahan hasil perempelan sejumlah pohon di Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Bukan hanya satu truk colt diesel, sedikitnya 2 truk colt diesel berada di lokasi perempelan yang tepat berada di tepi jalur pantura Jawa Bali.
Beragam ukuran ranting dan dahan hasil perempelan ini dinaikan ke atas truk oleh sedikitnya 10 pekerja yang sebagian besar berasal dari wilayah Kecamatan Banyuputin, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
“Saya bersama teman – teman ini sudah bekerja sejak seminggu lalu. Saya ditugaskan oleh Pak Suryo dan Pak Febri untuk merempel dahan dan ranting mulai dari Watudodol (Desa Bangsing) sampai batas dengan (Taman Nasional) Baluran,” ujar koordinator pekerja, Armawi.
Untuk menjalankan tugas tersebut, Armawi sedikitnya memperkerjakan 10 orang yang terbagi dalam 7 kuli dan 3 orang tukang.
“Saya bekerja dibayar oleh Pak Suryo dan Pak Febri karena mereka yang menyuruh saya. Ongkos untuk tukang dan kuli memang berbeda,” tutur Armawi saat ditemui di lokasi perempelan dahan dan ranting di wilayah Desa Bengkak.
Usai melakukan perempelan, limbah dahan dan ranting tersebut diangkut dengan menggunakan truk colt diesel menuju kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Pengelolaan Jalan Jembatan (PJJ) Banyuwangi di wilayah Kecamatan Banyuputih.
“Ini semua kalau sudah selesai dibawa ke Banyuputih di kantornya Pak Suryo dan Pak Febri. Ditumpuk semua disana,” kata Armawi pada VIVA News.
Sementara itu Penilik UPT PJJ Banyuwangi, Rahmat Febri Kustiyono membantah terjadinya aksi jual beli limbah dahan dan ranting pohon hasil pengerjaan perempelan itu.
Namun sebagian hasil limbah perempelan dahan dan ranting pohon tersebut sengaja diberikan pada petugas pemotongan untuk dimanfaatkan sebagai ganti ongkos kerja.