UNIFIL Berikan Penghormatan Terakhir dan Setinggi-tingginya untuk Praka Rico di Lebanon

Penghormatan terakhir UNIFIL untuk Praka Rico yang gugur di Lebanon.
Sumber :
  • https://www.instagram.com/p/DXmXCSnAiJf/?img_index=5

Jakarta, VIVA Banyuwangi – Penghormatan terakhir diberikan kepada Praka Rico Pramudia yang gugur di Lebanon sebelum pulang ke Tanah Air.

img_title Beda dengan COVID-19, Hantavirus di Kapal Pesiar Diperkirakan Tidak Berkembang Epidemi Besar

Penghormatan terakhir tersebut diberikan oleh Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) kepada Praka Rico yang gugur usai sebulan dirawat akibat luka-luka yang diderita setelah serangan Israel pada 29 Maret 2026.

Dilansir dari Antara News, UNIFIL memberikan penghormatan terakhir dalam sebuah upacara di Beirut pada Minggu, 26 April 2026, dengan dipimpin Ketua Misi dan Panglima UNIFIL Mayjen Diodato Abagnara.

img_title Sekjen PBB Peringatkan Efek Kronis Penutupan Selat Hormuz Berkepanjangan

“Anda telah memberikan semua yang dimiliki demi perdamaian di tanah ini. Untuk itu, kami memberi penghormatan setinggi-tingginya,” kata Mayjen Abagnara, menurut keterangan tertulis UNIFIL yang dipantau di Jakarta, Senin, 27 April 2026.

Menurut Abagnara, Praka Rico melaksanakan tugas di bawah panji PBB untuk tugas mulia, yaitu mewujudkan perdamaian di Lebanon selatan.

img_title Pemerintah RI Sampaikan Duka Cita Atas Gugurnya Praka Rico dan Desak PBB Lakukan Investigasi

“Sebagai tentara, sebagai penjaga perdamaian, kami akan meneruskan perjuangan Anda. Kami akan terus siap, terus bersatu, dan terus waspada,” ucap Panglima UNIFIL tersebut.

Upacara di Beirut tersebut juga dihadiri oleh Duta Besar Indonesia untuk Lebanon Dicky Komar, perwakilan Kementerian Pertahanan Lebanon dan Angkatan Darat Lebanon Brigjen Maroun Azzi, serta perwakilan Kontingen Garuda di UNIFIL Kolonel Allan Surya Lesmana.

UNIFIL menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian adalah pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 tahun 2006, dan bisa menjadi tindak kejahatan perang.

Serangan terhadap personel UNIFIL harus diselidiki secara menyeluruh, dan semua yang bertanggung jawab harus ditindak sesuai hukum yang berlaku, demikian UNIFIL.

Praka Rico wafat pada Jumat, 24 April 2026, usai dirawat selama hampir sebulan akibat luka-luka yang dideritanya dalam serangan artileri di Adchit Al-Qusayr pada 29 Maret 2026.

Temuan awal dari investigasi PBB mengindikasikan proyektil tersebut ditembakkan dari tank Merkava Israel.

Praka Rico meninggalkan seorang istri dan seorang anak, sementara tugas penjagaan perdamaian yang dilaksanakannya di Lebanon sejak awal April lalu adalah misi pertamanya di luar negeri.

Dengan wafatnya Praka Rico, Indonesia sudah kehilangan empat prajurit TNI saat bertugas bersama UNIFIL di Lebanon selatan dalam sebulan terakhir.

Halaman Selanjutnya
img_title