20 Orang Tewas dan 36 Luka-luka, Serangan Bom Hantam Bus Pedesaan di Kolombia

Serangan bom di bus pedesaan di Kolombia.
Sumber :
  • https://www.aa.com.tr/en/americas/death-toll-at-14-with-38-injured-in-colombia-bomb-attack/3918158

Kolombia, VIVA Banyuwangi – Sebuah ledakan bom di wilayah Cauca, Kolombia barat daya, menewaskan 20 orang, termasuk 15 wanita, dan melukai 36 lainnya, kata Gubernur Octavio Guzman pada Minggu.

img_title AS-Israel Disebut Penjahat, Garda Revolusi Iran Bersumpah Takkan Biarkan Serangan Tanpa Balasan

"Apa yang terjadi kemarin, 25 April, merupakan serangan yang paling brutal dan keji terhadap masyarakat sipil di wilayah Cauca selama beberapa dekade terakhir," kata Gubernur Cuzman melalui platform X.

Dilansir dari Antara News, ia menyebut korban tewas dalam tragedi tersebut terdiri dari 15 wanita dan 5 laki-laki. Di samping itu, 36 orang menderita luka-luka, dengan tiga di antaranya masih dirawat intensif serta lima anak-anak yang kondisinya berangsur membaik.

img_title Kiprah Ali Khamenei, Sempat Nyaris Terbunuh hingga 36 Tahun Jadi Pengawal Revolusi Iran

Peristiwa tersebut terjadi ketika alat peledak yang dipasang di sebuah gorong-gorong di Jalan Raya Pan-Amerika di Cajibio, Cauca, meledak ketika sebuah bus pedesaan, yang dikenal dengan istilah "chiva", melintas.

Intensitas ledakan juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah kendaraan di sekitarnya.

img_title Kementerian PU Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Korban Banjir di Pidie Jaya Aceh

Ada pula laporan yang menyebutkan alat peledak tersebut kemungkinan dilemparkan ke bus sebelum meledak, sehingga memperparah kerusakan yang terjadi.

Gubernur Guzman menyatakan masa berkabung selama 3 hari, dan sebuah upacara peringatan akan diadakan bagi para korban dalam beberapa hari mendatang.

Ia menyebut ledakan tersebut mengakibatkan munculnya kawah berukuran 200 meter kubik yang kini tengah diperbaiki. "Konsorsium terus bekerja untuk memulihkan jalan terdampak," kata dia.

Guzman mengatakan, otoritas setempat terus bekerja menyediakan jaminan keamanan, pendampingan, bantuan kemanusiaan, bantuan psikososial, dan bantuan komprehensif bagi para korban.

Adapun Presiden Gustavo Petro menyebut ledakan tersebut didalangi oleh Ivan Mordisco, pemimpin faksi EMC pada kelompok pemberontak FARC (Pasukan Revolusioner Kolombia -- Tentara Rakyat).

“Mereka yang membunuh 7 warga sipil dan melukai 20 warga sipil di Cajibio adalah teroris, fasis, dan pengedar narkoba,” tulis Petro di media sosial, dikutip dari Anadolu, Senin, 27 April 2026.

Ia juga mengarahkan peningkatan operasi militer dan pelacakan global terhadap kelompok tersebut.

Dalam pernyataan terpisah, Petro mengulangi seruannya untuk mengintensifkan operasi dan menuntut pelacakan internasional tingkat tertinggi terhadap apa yang ia sebut sebagai kelompok teroris narkoba.