Hindari Risiko Kebakaran, Begini Taktik Senyap Regu 4 Damkar Evakuasi Tawon Malam Hari
- Dok. Damkar Kota Probolinggo/ VIVA Banyuwangi
Probolinggo, VIVA Banyuwangi – Warga di Jalan Brantas Kelurahan Kademangan, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, dibuat was-was dengan keberadaan sarang tawon vespa yang menempel di bagian plafon luar rumah mereka. Kondisi itu akhirnya dilaporkan ke petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Probolinggo pada Kamis, 30 April 2026 malam melalui Call Center 112.
Pemilik rumah, mengatakan sarang tawon tersebut sudah berada di lokasi sekira satu minggu terakhir dan mulai mengkhawatirkan karena sarang membesar serta berada di area yang dekat dengan aktivitas warga.
“Sudah sekitar satu minggu ada sarang tawon di plafon luar rumah. Saya telpon Damkar karena mereka lebih paham cara penanganannya. Apalagi kalau siang banyak anak-anak main, takutnya nanti kena,” ujar pemilik rumah, Sri Rohani.
Sri menambahkan, laporan dilakukan pada malam hari karena pada siang sebelumnya rumah dalam keadaan kosong.
“Siang hari rumah tidak ada orang, jadi baru lapor malam. Rencananya juga mau renovasi rumah, jadi takutnya makin besar itu sarangnya,” tambahnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sebelum proses evakuasi dilakukan, petugas Damkar Regu 4 terlebih dahulu melakukan pengecekan titik sarang yang berada di bagian plafon luar rumah. Petugas kemudian menyiapkan peralatan keselamatan serta memastikan area sekitar aman dari aktivitas warga.
Proses evakuasi dilakukan menggunakan tangga dan alat bantu pijakan (trap), dengan sejumlah personel bersiaga di bawah untuk menjaga kestabilan. Lampu sekitar lokasi juga dimatikan sementara untuk mengurangi aktivitas tawon sebelum tindakan dilakukan.
Setelah kondisi dinilai aman, petugas kemudian melakukan penanganan dengan menggunakan cairan pertalite dan kain penutup pada lubang sarang.
Komandan Regu 4 Damkar Kota Probolinggo menjelaskan bahwa metode tersebut dipilih karena hanya terdapat satu lubang pada sarang dan berada di area bangunan rumah.
“Lubang sarang hanya satu, sehingga kami menggunakan pertalite dan kain untuk menutupnya. Bau dari pertalite itu memicu reaksi pada tawon, sehingga koloni bisa mati sendiri tanpa perlu dibakar,” jelas Danru 4 Damkar, Nanang Effendy.
Nanang menegaskan, pembakaran tidak selalu menjadi pilihan utama dalam setiap evakuasi tawon, terutama jika lokasi berada di bangunan rumah warga.
“Kalau di pohon dan terdapat banyak lubang di sarang, biasanya bisa dibakar. Tapi kalau di plafon rumah seperti ini tidak kami bakar, karena berisiko memicu kebakaran bangunan,” ujarnya.
Nanang juga menambahkan bahwa seluruh petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap selama proses evakuasi berlangsung, mulai dari kepala hingga kaki.
“APD kami gunakan lengkap untuk keamanan. Kami juga dibantu trap, tangga, dan personel lain untuk memastikan proses berjalan aman,” katanya.
Setelah aktivitas tawon melemah, petugas kemudian mengangkat sarang dan membersihkan sisa-sisa sarang yang menempel di plafon agar tidak kembali dihuni. Proses evakuasi berlangsung sekitar 30 menit dan berjalan aman tanpa adanya korban maupun gangguan lanjutan.