Situasi Memburuk 24 Jam, Dokter Beri Kesaksian Tangani Pasien Hantavirus di Kapal Pesiar
- https://www.antarcticacruises.com/ships/hondius
Spanyol, VIVA Banyuwangi – Kasus hantavirus yang terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius kini tengah menyedot perhatian dunia. Seorang dokter Amerika Serikat memberikan kesaksiannya ketika menangani pasien positif hantavirus.
Setelah dokter di kapal pesiar MV Hondius tertular hantavirus, seorang dokter AS yang berada di kapal tersebut segera bertindak untuk membantu para penumpang mengatasi wabah tersebut.
Dilansir dari ABS News, Minggu, 10 Mei 2026, Dr. Stephen Kornfeld, seorang ahli onkologi dari Bend, Oregon, mengatakan bahwa ia dengan cepat menyadari bahwa ia memimpin penanganan krisis medis besar-besaran di atas kapal pesiar tersebut.
Dokter kapal yang identitasnya tidak disebutkan itu termasuk di antara enam orang di atas kapal yang dinyatakan positif terinfeksi virus. Seorang penumpang, yang kemungkinan besar terinfeksi, meninggal dunia di atas kapal.
"Situasinya memburuk dalam waktu 24 jam setelah saya turun tangan," kata Kornfeld.
"Salah satu pasien meninggal dan dua lainnya, dokter dan salah satu anggota staf lainnya, semakin sakit, lalu muncul berita pertama tentang hantavirus,” imbunya.
Dokter kapal dan seorang pemandu kapal yang dinyatakan positif COVID-19 sedang menjalani isolasi di Belanda.
Sementara itu, seorang pria Inggris yang dinyatakan positif dirawat di rumah sakit di Afrika Selatan, sementara seorang pria Swiss dirawat di rumah sakit di Swiss.
Seorang wanita Belanda yang dinyatakan positif meninggal pada 26 April 2026 di Afrika Selatan, sementara seorang wanita Jerman yang dinyatakan positif meninggal pada 2 Mei 2026.
Hingga Sabtu siang, 9 Mei 2026, tidak satu pun dari 17 warga Amerika yang berada di atas kapal tersebut dinyatakan positif terinfeksi virus.
Kapal tersebut dijadwalkan tiba di Kepulauan Canary, Spanyol, pada Minggu pagi, di mana para penumpang akan turun dan diterbangkan kembali ke negara asal mereka.
Kornfeld, yang melakukan pengamatan burung saat berlayar, mengatakan kepada ABC News bahwa seluruh awak kapal bersatu untuk melewati krisis tersebut.
"Ada banyak orang yang membantu dan bekerja, dan rasanya benar-benar seperti sebuah tim. Orang-orang ini mulai menjadi keluarga saya,” katanya.
Dokter mengatakan bahwa meskipun ia merasa ‘agak rentan’, kesehatannya baik-baik saja.